KPK Minta Lukas Enembe Manfaatkan Kesempatan dengan Baik, Diharapkan Hadir di Pemeriksaan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe, kooperatif.

Editor: Giri
KOMPAS.com/Ihsanuddin
Gubernur Papua, Lukas Enembe. KPK berharap Lukas Enembe kooperatif, hadir dalam pemeriksaan. 

TRIBUNJABAR, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe, kooperatif.

KPK akan mengirimkan surat pemanggilan lagi kepada Lukas Enembe untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, belum mengungkapkan waktu pemanggilan Lukas.

“Kami berharap kesempatan kedua bagi tersangka ini, nantinya dapat kooperatif hadir memenuhi panggilan,” kata Ali saat dihubungi Kompas.com, Kamis (29/9/2022).

KPK juga mempertimbangkan permohonan Lukas untuk menjalani pengobatan di Singapura.

Namun, politikus Partai Demokrat itu diminta tetap datang ke Jakarta terlebih dahulu.

Lukas akan diperiksa oleh dokter independen dari pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Selain itu, KPK tidak melarang jika dokter pribadi Lukas ikut dalam pemeriksaan tersebut.

Baca juga: Lukas Enembe Tak Hadir Pemeriksaan KPK, SBY & AHY Diminta Ikut Dorong Gubernur Itu Agar Tak Mangkir

“Terkait permohonan berobat ke Singapura, tentu silakan tersangka hadir dulu di Jakarta,” ujar Ali.

KPK menetapkan Lukas sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait proyek yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Papua.

KPK sudah memanggil Lukas dua kali.

Panggilan pertama, Lukas sedianya diperiksa pada 12 September di Polda Papua.

Namun, dia tidak hadir dengan alasan kesehatan.

Panggilan kedua, Lukas dijadwalkan menghadap penyidik tanggal 26 September di Jakarta.

Baca juga: Mantan Panglima OPM Soroti Dugaan Kasus Korupsi Miliaran Rupiah Lukas Enembe, Minta Pemerintah Tegas

Namun, dengan alasan kesehatan, Lukas kembali tidak hadir.

Kuasa hukum Lukas sempat mendatangi KPK untuk meminta dokter mereka dikirim ke Jayapura guna memeriksa kondisi Lukas.

Namun, KPK menyatakan akan berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan meminta Lukas tetap datang ke Jakarta. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPK Beri Kesempatan Kedua untuk Lukas, Berharap Ia Kooperatif Penuhi Pemeriksaan"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved