Ketua P3DTPQ Cianjur Bantah Dana Hibah untuk Beli Mobil, Ahmad Sebut Punya Mobil Sebelum Menjabat

Ketua P3DTPQ Cianjur, H Ahmad Yusuf membantah dugaan dana hibah 2020 sebesar Rp 2,5 miliar untuk beli mobil. Ia menyebut membelinya sebelum menjabat

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Ketua P3DTPQ Cianjur, H Ahmad Yusuf membantah dugaan dana hibah 2020 sebesar Rp 2,5 miliar untuk beli mobil. Ia menyebut membelinya sebelum menjabat. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ketua Penyelenggara Pemberdayaan Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran (P3DTPQ) Kabupaten Cianjur, H Ahmad Yusuf, membantah dugaan dana hibah tahun 2020 sebesar Rp 2,5 miliar untuk beli dan mencicil mobil.

Kabar beredar dana miliaran tersebut diduga dipergunakan untuk membeli dan mencicil sebuah mobil. Kabar tersebut juga sudah sampai kepada ketua P3DTPQ.

"Saya beli mobil itu tahun 2019 kalau ada yang bilang cicilan mobil 17 juta menggunakan dana hibah itu fitnah belaka, itu tidak benar kabar menggunakan dana hibah silakan dikroscek, honor saya saja Rp 2 juta," katanya setelah melakukan audiensi dengan DPMD, Kamis (29/9/2022).

Ahmad Yusuf mengatakan ia menjadi ketua P3DTPQ tahun 2020, sedangkan membeli mobil tahun 2019. Ia mengatakan awalnya memiliki mobil Mitsubishi Strada Triton ditukar tambah menjadi Mitsubishi Pajero Sport dan itu sudah dibayar istri dan selesai.

Baca juga: Terbukti Korupsi Dana Hibah tapi Tak Nikmati Uang Korupsi Rp 1,7 M, Eks Ketua Kadin Jabar Banding

"Rasanya fitnah belaka, saya hanya dikasi honor Rp 2 juta, kabar itu tidak benar, saya punya mobil sebelum menjadi ketua P3DTPQ," ujar Ahmad.

Ahmad mengatakan, dana hibah yang didapat diperuntukan bagi insentif diniyah dan guru diniyah sebanyak 800 orang.

Ia berpendapat butuh perjuangan dan anggaran yang lebih besar karena guru Diniyah di Cianjur yang tercatat mencapai 18 ribu orang.

Ia mengatakan, insentif guru Diniyah selama ini masih kecil sementara muridnya cukup banyak.

"Makanya kami mendatangi DPMD untuk urun rembuk mensejahterakan guru Diniyah agar bisa merasakan nikmatnya menjadi guru," katanya.

Ia berharap ada upaya gotong-royong di desa karena di beberapa kecamatan sudah memperhatikan guru Diniyah, desa lain masih ragu, maka pihaknya mengsinergikan supaya para kepala desa tak takut menganggarkan insentif untuk guru Diniyah.

Baca juga: Kadis Pemkot Bandung Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka, Juga Seorang Dosen 

"Alhamdulilah respons Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa begitu baik, mereka meminta data kepada kami jumlah guru Diniyah yang ada di Cianjur," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved