Inilah Amalan Di Bulan Rabiul Awal 1444 H, Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Termasuk Bershalawat
Inilah sejumlah amalan di bulan rabiul awal untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
Penulis: Salma Dinda Regina | Editor: Salma Dinda Regina
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Inilah amalan di bulan rabiul awal untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.
Berdasarkan kalender penanggalan hijriah, kini telah memasuki bulan rabiul awal 1444 H.
Seperti diketahui, bulan rabiul awal adalah salah atu bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam.
Bulan rabiul awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Menyambut maulid Nabi Muhammad SAW, berikut amalan yang dapat dikerjakan dan termasuk selama berada di bulan rabiul awal.
1. Membaca Shalawat
Sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, di bulan Rabiul Awal dianjurkan memperbanyak shalawat.
Shalawat merupakan amalan sunah, doa dan seruan kepada Allah SWT untuk memohon berkah.
Shalawat dapat diartikan sebagai ungkapan kecintaan, penghargaan dan kehoramatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: 15 Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H, Berbagi Ucapan di Media Sosial
Perintah agar umat muslim bershalawat bahkan sudah jelas tercantum dalam Al Quran Surat Al Ahzab : 56.
إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Al Quran Surat Al Ahzab 33: 56).
2. Sedekah
bersedekah merupakan amalan yang diamalkan kapan saja bahkan setiap hari.
Sedekah juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.
Sedekah adalah pemberian secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu.
Sudah menjadi kewajiban seorang muslim menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagai kepada sudaranya yang serba kekurangan.
Sedekah harus dilandasi oleh rasa ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan.
Allah SWT menjelaskan keistimewaan orang bersedekah dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 261.
"Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas (anugrah-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Allah SWT juga telah menjanjikan surga bagi mereka yang rela menafkahkan sebagian hartanya untuk orang yang membutuhkan.
Sebagaimana hal ini terkandung dalam Al Quran Surat Ali Imran : 133-134.
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa."
“(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
3. Puasa Sunnah
Seperti bulan lainnya, amalan puasa sunah juga dianjurkan di bulan Rabiul Awal.
Seperti mengerjakan amalan puasa sunah, puasa senin dan kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan lainnya.
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa tiga hari di pertengahan bulan.
Dilansir dari muslim.or.id, lebih utama puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan setiap hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah (Qomariyah).
Disebut Ayyamul Bidh (hari putih) karena pada malam-malam tersebut bersinar bulan purnama dengan sinar yang putih.
Pada Bulan Rabiul Awal 1444 H puasa Ayyamul Bidh dapat dikerjakan pada 8, 9, dan 10 Oktober 2022.
4. Perbanyak Amal kebaikan
Seperti pada bulan lainnya, di Rabiul Awal juga muslim dianjurkan memperbanyak amalan sunah dan amalan kebaikan.
Seperti memperbanyak zikir, mengamalkan salat sunnah, hingga tilawah Al Quran.
Amalan berzikir sebenarnya tak pernah lepas dikerjakan setiap saat.
Berzikir adalah akikatnya menjadi kewajiban umat muslim.
Sebagaimana termaktub dalam Ummul Quran dan bacaan doa lainnya.
“Ada dua kalimat yang dicintai oleh Allah, ringan di lisan dan berat di timbangan: (yaitu bacaan) subhaanallah wabihamdihi subhaanallahil adzim.” (HR Bukhari).
Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Rabiul Awal 1444 H, Sehari Setelah Maulid Nabi Muhammad SAW
Begitu juga dengan amalan membaca Al Quran yang sangat dianjurkan dikerjakan muslim hakikatnya setiap saat.
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka dia mendapat satu pahala kebaikan. Dan setiap satu pahala itu dilipatkan menjadi 10 kali.” (HR. At Tirmidzi dan At Thabrani).
Sesungguhnya mengerjakan amalan kebaikan dapat diamalkan kapan saja.
Selain itu, beberapa amalan kebaikan yang tak akan terputus, bahkan hingga hamba sahaya telah tiada.
Sebenarnya tidak ada amalan khusus namun berikut beberapa amalan itulah yang dianjurkan.
Hal ini sebagaimana dikutip dari Imam Suyuthi dalam kitabnya Husnul Muqshid Fi Amalil Maulid diambil dari pendapat Imam Ibnu Hajar.
واما ما يعمل فيه فينبغي أن يقتصر فيه على ما يفهم الشكر لله تعالى من نحو ما تقدم ذكره من التلاوة والاطعام والصدقة وانشاد شيئ من المدائح النبوية والزهدية المحركة للقلوب الى فعل الخير والعمل للاخرة.
"Adapun amalan yang dapat dilakukan di dalam maulid Nabi saw. maka disunnahkan melakukan sebatas amalan yang dapat dipahami sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. seperti contohnya sebagaimana telah disebutkan yakni membaca Al-Quran, memberikan makanan, shadaqah, dan menyanyikan pujian-pujian tentang kenabian dan kezuhudan yang dapat menggerakkan hati untuk melakukan kebaikan dan amalan untuk akhirat."
Demikian, perayaan Maulid Nabi dimaknai sebagai ekspresi raya syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.