Bikin Geleng-geleng, Mainan Anak yang Dijual di Depan SD di Tangerang pun Ada Barcode Judi Online

Hal ini terungkap di Tangerang. Kabar mengejutkan itu terungkap setelah seorang penjual mainan anak-anak dimintai keterangan polisi terkait judi

Editor: Ravianto
Kolase Tribunnews/Wartakotalive.com
Kolase foto kartu mainan anak-anak yang terhubung dengan situs judi online membuat orangtua di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang khawatir dan ilustrasi tampilan situs judi online. 

TRIBUNJABAR.ID, TANGERANG - Judi online di Indonesia menyebar dengan masif, salah satu cara penyebarannya ternyata menyertakan barcode yang terhubung ke situs judi online tersebut.

Hal ini terungkap di Tangerang. Kabar mengejutkan itu terungkap setelah seorang penjual mainan anak-anak dimintai keterangan polisi terkait judi online di mainan anak.

Penjual mainan anak di sebuah SD di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten itu memang membuat geger.

Pedagang tersebut diketahui menjual mainan anak yang berisi barcode yang terhubung dengan situs judi online.

Kapolsek Pinang Iptu Tapril mengaku sudah meminta keterangan dari Sobirin alias Birin selaku penjual mainan anak tersebut.

Sobirin mengaku menjual mainan itu selama satu minggu di beberapa SD di wilayah Kecamatan Pinang.

Pembelinya rata-rata anak kelas 1 hingga kelas 3.

"Kartu tersebut dibuat mainan yaitu main teplokan oleh anak-anak tersebut," kata Tapril dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).

Tapril menjelaskan Sobirin mengaku tidak mengetahui jika kartu yang dijualnya itu bisa digunakan untuk mengakses situs judi online.

Penjual tersebut, kata Tapril, mengaku jika kartu tersebut diperolehnya dari sebuah toko grosir mainan yang ada di Pasar Bengkok dan Pasar Lembang.

"Penjual menjual kartu tersebut seharga Rp1.000 pada anak-anak. Pedagang tidak mengetahui dan mengerti kartu tersebut berbarcode ke situs judi online," ucap Tapril.

Tapril turut menjelaskan bahwa jika barcode pada kartu itu discan maka akan langsung terhubung ke situs judi online.

Namun, untuk membuka situs itu harus lebih dulu mendaftarkan email dan nomor rekening.

"Kartu yang berbarcode judi online tersebut tidak bisa dibuka jika tidak dengan situs VPN dan menggunakan email dan nomor rekening," tuturnya.

Tapril menyampaikan pihaknya masih mendalami kasus penjualan mainan anak dengan berisi barcode situs judi online tersebut.

"Informasi ini masih dalam pendalaman dan penyelidikan," ujarnya.(Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved