Akal Bulus Pria Bogor Jual Bayi Lewat Medsos, Kumpulkan Ibu Hamil Tanpa Suami, Pakai Nama Yayasan

pelaku berinisial SH (32) warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ini mengumpulkan ibu hamil yang tidak memiliki suami, melalui media sosial pribadi

miraclebaby.co.uk
Ilustrasi bayi - Polisi berhasil membongkar perdagangan bayi dengan modus adopsi lewat media sosial, di Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Polisi berhasil membongkar perdagangan bayi dengan modus adopsi lewat media sosial, di Kabupaten Bogor.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, pelaku berinisial SH (32) warga Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor ini mengumpulkan ibu hamil tanpa suami, melalui media sosial pribadinya.

Para ibu hamil itu kemudian, ditawari pelaku untuk melakukan persalinan di rumah sakit.

Selesai persalinan, anak yang dilahirkan akan diserahkan kepada orang yang ingin mengadopsi.

Baca juga: Demi Sabu-sabu, Pasangan Muda di Palembang Ini Nekat Jual Bayi Mereka yang Masih Berusia 1 Bulan

Pelaku pun, kata dia, menawarkan adopsi anak itu, melalui media sosial mengatasnamakan Yayasan Ayah Sejuta Anak.

Menurut Ibrahim, proses adopsi dilakukan secara ilegal dan orang yang mengadopsi dimintai uang sebesar Rp 15 juta dari setiap anak, sebagai pengganti biaya operasi sesar.

Padahal, biaya persalinannya menggunakan BPJS.

"Ibu hamil tanpa suami dikumpulin setelah melahirkan anaknya dijual dengan modus adopsi namun proses adopsinya ilegal, melalui Yayasan Ayah Sejuta Anak," ujar Ibrahim Tompo, Kamis (29/9/2022).

Saat ini, masih ada lima orang ibu hamil yang sedang menunggu kelahiran dari tempat penampungan.

Kelimanya pun kini sudah diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca juga: Pasien Tak Mampu Biaya Persalinan, Dukun Beranak Ini Jual Bayi Pasiennya

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 83 juncto Pasal 76 huruf F Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 3 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara dan denda minimal Rp 60 juta maksimal Rp 3 miliar.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved