Warga Kabupaten Bandung Tak Perlu ke Kantor Polisi untuk Lapor Kehilangan KTP, Cukup Akses Sikasep

Masyarakat Kabupaten Bandung yang akan membuat surat kehilangan tak perlu lagi datang ke polsek atau Polresta Bandung.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Istimewa
Acara launching aplikasi Sikasep di Mapolresta Bandung, Rabu (28/9/2022). Masyarakat Kabupaten Bandung tak perlu melapor ke kantor polisi jika hanya kehilangan KTP. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Masyarakat Kabupaten Bandung yang akan membuat surat kehilangan tak perlu lagi datang ke polsek atau Polresta Bandung.

Masyarakat bisa melaporkan kasus kehilangan hanya menggunakan handphone.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Bandung telah meluncurkan aplikasi Surat Kehilangan SPKT Online (Sikasep).

Terobosan ini dilakukan untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat.

Sehingga bagi yang akan membuat surat kehilangan, bisa membuatnya melalui aplikasi Sikasep.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengungkapkan, dengan aplikasi Sikasep, pihaknya ingin bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin memberikan inovasi, yang memberikan kemudahan bagi masyarakat," ujar Kusworo setelah launching aplikasi Sikasep di Mapolresta Bandung, Rabu (28/9/2022).

Menurut Kusworo, masyarakat tak perlu datang ke Polresya untuk membuat surat kehilangan, kecuali kehilangan yang harus ada pendalaman.

Baca juga: Polresta Bandung Gerebek Pabrik Mi Berformalin, Ini Ciri-Ciri Makanan Berformalin

"Masyarakat yang kehilangan surat-surat seperti KTP, ATM, SIM, ijazah tidak perlu datang ke polres. Cukup dengan mengunduh aplikasi ini, mengisi data-datanya, persyaratan, serta lampirannya," kata Kusworo.

Maka, menurut Kusworo, setelah itu, datanya masuk ke Polresta Bandung untuk diverifikasi.

"Kemudian (surat kehilangannya) dikirim kepada pemohon dan pemohon bisa mengunduh di rumah," ujarnya.

Kusworo mengatakan, keterangan yang dikirimkan ke pemohon itu dilengkapi dengan barcode untuk mengidentifikasi keaslian daripada surat keterangannya.

"Kecuali untuk surat-surat yang perlu pendalaman, seperti sertifikat tanah, harus datang ke polres karena ada pendalaman dari SPKT atau reserse kriminal. Semoga aplikasi ini bisa memudahkan masyarakat, serta bisa bermanfaat," kata dia.

Baca juga: Polresta Bandung Minta Pengendara Motor Tak Pakai Sandal Jepit Untuk Keselamatan Diri

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved