Kecelakaan Maut di Sukabumi

Tersangka Kecelakaan Maut Xpander di Sukabumi Belum Ditahan, Ini Alasan Polisi

Polisi belum melakukan penahanan terhadap tersangka kecelakaan maut yang melibatkan Xpander di Sukabumi.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Petugas saat melakukan ramp check mobil Xpander yang terlibat kecelakaan di Jalan RA Kosasih, Sukabumi, Jumat (23/9/2022). Kecelakaan itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Pengemudi Xpander jadi tersangka. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Tersangka kecelakaan maut Xpander tabrak angkot di Sukabumi belum ditahan polisi.

Polisi sudah menetapkan pengemudi Xpander bernomor polisi F 1349 OJ yang menjadi penyebab kecelakaan yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia Kamis (22/9/2022) sebagai tersangka. 

Pihak Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, sejauh ini baru mengungkap kasus hingga hasil penyelidikan dan menetapkan tersangka.

"Untuk saat ini kami melaksanakan penanganan. Namun untuk tersangka sendiri masih dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit," ujars Kasatlantas Polres Sukabumi Kota, AKP Tejo Reno Indratno, Rabu (28/9/2022).

Kendati, saat belum dilakukan penahahan, Tejo mengatakan, pihaknya akan melakukan penahanan seusai tersangka dinyatakan sehat oleh dokter.

"Untuk penahanan tetap kami laksanakan sesuai prosedur. Nanti kami lihat perkembangan kondisi yang bersangkutan," ucapnya.

"Terkait kondisinya yang dialami tersangka sejauh ini belum ada unsur kesengajaan," ujar Tejo. 

Satlantas Polres Sukabumi Kota secara resmi menyakatan pengemudi Xpander EH (71) ditetapkan tersangka, Kamis (28/9/2022).

AKP Tejo Reno Indratno, mengatakan penetapan tersangka tersebut berdasarkan hasil penyelidikan secara utuh kepada tersangka pascaterjadinya kecelakaan. 

"Untuk perkembangan kecelakaan yang terjadi pada Kamis 22 September tepatnya Pukul 10 WIB di Jalan RA Kosasih yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia, pengemudi Xpander EH (71) ditetapkan sebagai tersangka," ujarnya saat konferensi pers di kantor Lakalatas di Jalan Kabandungan, Kota Sukabumi,

Pihak Unit Lakalantas, sejauhh ini sudah melakukan penyelidikan mengumpulkan barang bukti pemerikasaan saksi-saksi termasuk kendaran milik tersangka. 

Termasuk melaksanakan pengecekan kendaraan oleh Dishub dan pengecekan dari Mitsubishi oleh tenaga ketua mekanik yang sudah disertifikasi.

"Hasilnya, sensor rem sampai saat ini memang dinyatakan masih layak pakai. Dari pihak Mitsubishi (menyatakan) untuk sistem pengereman sendiri itu layak pakai," tuturnya.

Tersangka EH, terancam akan dijerat pasal 310 ayat 1 dan 4 yaitu kelalaian yang bisa mengakibatkan orang lain meninggal dunia. 

"Untuk ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 12 juta," ucap Tejo.

Baca juga: BREAKING NEWS Pengemudi Xpander Maut di Sukabumi Jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved