Solusi Saat Harga Kebutuhan Pokok Naik, Pasar Murah Disdagin Kota Bandung Catatkan Omzet Rp 408 Juta

Disdagin Kota Bandung telah memulai pasar murah sebagai solusi mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM.

Tribun Jabar/Tiah SM
Kegiatan pasar murah yang digelar Disdagin Kota Bandung, Senin (19/9/2022). Disdagin Kota Bandung telah memulai pasar murah sebagai solusi mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung atau Disdagin Kota Bandung telah memulai pasar murah sebagai solusi mengantisipasi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok akibat kenaikan harga BBM.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengatakan pasar murah sudah melaksanalan gelaran hari keempat dan mencatatkan angka penjualan sampai Rp 408 juta dari 12 titik.

Elly menyebut hampir seluruh komoditas yang dijual di pasar murah, seperti telur ayam, beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gas elpiji 3 kilogram, dan lainnya.

"Kami jual selisih harga cukup jauh. Harga telur ayam kisaran Rp 27-28 ribu jika ditemui di pasar. Nah, di pasar murah harganya Rp 24 ribu," ujarnya, Rabu (28/9/2022) di Balai Kota.

Selain itu, kata Elly, gas elpiji 3 kilogram dijual dengan harga Rp 16 ribu atau harga pangkalan, sedangkan di pasaran angkanya sudah mencapai Rp 25 ribu.

"Pasar murah mulai digelar sejak 19 September 2022 hingga 10 Oktober 2022. Kami akan ada evaluasi terkait penyelenggaraannya, salah satunya meliputi keberhasilan pasar murah sebagai solusi dalam mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok di Kota Bandung. Kami akan selesaikan dulu 30 titik, setelah itu baru kami evaluasi," ujarnya.

Digelar Hingga 11 Oktober

Pasar murah digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Baca juga: Pemkot Bandung Kucurkan Rp 9,2 Miliar Untuk Bantuan Usaha Pedagang, Pasar Murah dan Padat Karya

Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung, Meiwan Kartiwa, mengatakan, pasar murah menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga di bawah pasar seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, terigu, gula, telur, dan komoditas lainnya.

"Pasar murah di 30 kecamatan dari 19 September sampai 11 Oktober 2022 mulai jam 09.00 sampai jam 14.00," ujar Meiwan saat meninjau Pasar murah di Cinambo, Senin (19/9/2022).

Pada pelaksanaan hari pertama ini, barang yang dijual di tiga lokasi sudah ludes dalam dua jam.

Telor yang dijual Rp 24 ribu per kilogram hanya dalam 30 menit terjual 100 kilogram.

"Di pasaran itu (harga telur) masih di angka Rp 28 ribu per kilogram," ujar Meiwan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved