Kasus Dugaan Tindak Asusila Sesama Laki-laki di Bandung, Pelaku Siswa SMP, Masih Diselidiki Polisi

Pihak Polrestabes Bandung masih mendalami kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan bocah terhadap temannya sesama laki-laki.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
shutterstock via Kompas.com
ilustrasi - Pihak Polrestabes Bandung masih mendalami kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan bocah terhadap temannya sesama laki-laki. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pihak Polrestabes Bandung masih mendalami kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan bocah terhadap temannya sesama laki-laki.

Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Rudi Trihandoyo, mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dan sedang melakukan rangkaian penyelidikan.

"Betul perkara tersebut ditangani oleh Polrestabes Bandung," ujar AKBP Rudi Trihandoyo saat dihubungi, Rabu (28/9/2022). 

Penyidik, kata dia, bakal melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan dari sejumlah saksi.

Pihaknya pun bakal melibatkan berbagai pihak dalam penanganannya, sebab kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur.

Baca juga: HEBOH Siswa SMP di Bandung Diduga Lakukan Pelecehan Sesama Jenis pada 2 Bocah SD, Korban Kini Trauma

"Jadi, anak identitasnya tidak bisa kita tampilkan dan disamarkan, hanya kami membenarkan bahwa perkara tersebut ditangani," katanya.

Sebelumnya, bocah laki-laki di Bandung diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap bocah lainnya, sesama laki-laki. 

Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Partai Golkar Kota Bandung, Reyraya Respati Paramudhita, mengatakan, informasi terkait adanya dugaan pelecehan sesama laki-laki tersebut, dilaporkan masyarakat kepada Ketua Partai Golkar Kota Bandung. 

Dari laporan masyarakat itu, kata dia, diduga pelakunya berjumlah satu orang dan masih duduk di bangku SMP.

Baca juga: LPSK Kembali Ungkap Kejanggalan Putri Candrawathi Jadi Korban Pelecehan, Termasuk soal Bungkam

Sedangkan korbannya berjumlah dua orang, murid sekolah dasar (SD).

Pelaku dan korban ini, kata dia, merupakan teman bermain.

"Yang jelas, dilakukan anak di bawah umur yang berada pada kisaran usia di kelas 6 SD dan pelakunya adalah kelas 1 SMP," ujar Reyraya Respati, saat dihubungi, Rabu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved