Jasad Nenek Epon Ditemukan di Tebing Sungai Cisokan Cianjur, Keluarga Masih Kenali Pakaiannya

Menurut informasi yang dihimpun, orang hilang tersebut diduga sudah merasa putus asa kemudian mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

dokumentasi Polairud dan Basarnas Bandung
Basarnas Bandung dan tim SAR gabungan termasuk Polairud mencari jasad nenek Epon di Sungai Cisokan dan genangan Cirata, Selasa (27/9/2022) 

TRIBUJABAR.ID, CIANJUR - Kapolsek Cianjang, AKP Dadan Nugraha, mengatakan, Epon (83) yang dicari di Sungai Cisokan dan genangan Cirata, ditemukan warga di tebing dalam keadaan meninggal dunia, Rabu (28/9/2022) pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

Jenasah Epon ternyata belum tercebur ke sungai. Meski kondisinya sudah membusuk namun keluarga masih mengenali pakaian yang terakhir dikenakan.

Epon terakhir ditemani dua bocah saat pergi ke tebing Sungai Cisokan. Kepada dua bocah tersebut Epon pamit mau bunuh diri dan memberi uang jajan kepada dua bocah agar tak mengikutinya lagi.

Basarnas Bandung dan tim SAR gabungan termasuk Polairud mencari jasad nenek Epon di Sungai Cisokan dan genangan Cirata, Selasa (27/9/2022)
Basarnas Bandung dan tim SAR gabungan termasuk Polairud mencari jasad nenek Epon di Sungai Cisokan dan genangan Cirata, Selasa (27/9/2022) (dokumentasi Polairud dan Basarnas Bandung)

Sebelumnya Tim SAR gabungan menghentikan pencarian wanita paruh baya yang hilang di Sungai Cisokan, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Selasa (20/9/2022).

Nenek Epon, warga Kampung Pasanggrahan RT 01/01, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Menurut informasi yang dihimpun, orang hilang tersebut diduga sudah merasa putus asa kemudian mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Baca juga: Warga Depok Ditemukan Meninggal di Masjid di Ciranjang Cianjur, Ini Awal Mula Penemuan

“Dengan alasan tekanan ekonomi bahwa anak-anaknya sembilan orang sudah tidak bisa mengurus lagi, untuk makan bahkan dibantu oleh para tetangga sekitar,” ujar Kasat Polairud Polres Cianjur, AKP Heri ZP.

Menurutnya, pencarian wanita paruh baya, yang tenggelam di Sungai Cisokan sudah dilakukan selama satu pekan lalu. “Hari ini kami tim SAR gabungan melakukan pencarian di wilayah perairan Cadas Gantung, Nusa Dua, Coklat dan Calincing,” tuturnya.

Baca juga: Murid Keluar Ruangan Saat Angin atau Hujan, Kondisi SDN Sukaresmi Cianjur Memprihatinkan

Tim SAR gabungan yang ikut melakukan pencarian di antaranya, Satpolairud, Kansar Bandung, Brotherhood Rescue Disaster Cianjur, Retana Kecamatan Ciranjang, PMI, Rescue Kabupaten Cianjur, Damkar Kabupaten Cianjur dan Potensi SAR lainya.

“Sarana yang di gunakan saat pencarian yakni satu unit Kapal Satpolairud, satu unit Rubber Boat SAR Bandung, satu unit Landing Cruft Rubber (LCR) Brotherhood Rescue Disaster Cianjur, satu unit Perahu Rafting Brotherhood Rescue Disaster Cianjur,” kata dia.

Baca juga: Video Pocong di Cianjur Bikin Geger,Banyak Warga Lihat, Diduga untuk Konten hingga Warga Ronda Malam

Menurutnya, hambatan saat pencarian yakni hamparan eceng gondok yang padat pada sebagian area pencarian dan banyaknya sampah perairan di area pencarian serta kecepatan angin sedang.

“Hasil yang dicapai pencarian ke tujuh orang hilang yang diduga tenggelam di perairan Cisokan tidak ditemukan,” ujar dia.

Baca juga: 5 Ekor Sapi Mati Terpapar PMK, Dibeli dari Program Ketahanan Pangan Desa Ciranjang Cianjur

Heri menjelaskan, dengan belum ditemukannya orang hilang tersebut di perairan dalam kurun waktu tujuh hari, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) harus dihentikan.

“Maka terhitung mulai hari Selasa tanggal 27 September 2022 pukul 14.30 Wib, pencarian orang hilang di wilayah perairan Sungai Cisokan dan Waduk Cirata resmi dihentikan. Dan seluruh anggota Tim kembali ke kesatuan induk masing-masing,” tegasnya.

Baca juga: Warga Ciranjang Terjatuh dari Perahu di Waduk Cirata, Sempat Teriak Minta Tolong Sebelum Hilang

Sehingga, Lanjut Heri, pada pukul 13.30 hingga 14.30 Wib bertempat di Mako Polsek Ciranjang dan tim SAR gabungan, beserta keluarga orang hilang yang diwakili anaknya melakukan mediasi.

“Keluarga menerima kejadian ini merupakan suatu takdir, dan menerima korban dalam kondisi apapun, mereka juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tim SAR gabungan yang selama ini berupaya mencari,” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved