Bunisari Pangandaran Paling Lama Terendam, Kepala Desa Minta PUPR Membuat Sodetan Pembuangan Banjir

Kepala Desa Bunisari, Saepudin menyampaikan, wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang paling lama terendam banjir di Pangandaran.

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
Dok Tagana Pangandaran
Banjir yang menggenang badan jalan di wilayah Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (24/9/2022). Kepala Desa Bunisari, Saepudin menyampaikan, wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang paling lama terendam banjir di Pangandaran. Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat membuat sodetan untuk mempercepat banjir surut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kepala Desa Bunisari, Saepudin menyampaikan, wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang paling lama terendam banjir di Pangandaran.

Kendati begitu, sebelumnya ia sudah berupaya membuat sodetan untuk mempercepat genangan banjir cepat surut.

Diketahui, Desa Bunisari merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, yang daerahnya dikelilingi oleh perbukitan.

Saepudin menceritakan, banjir yang terjadi di wilayahnya bukan hanya kali ini saja tapi sebelumnya sempat terjadi.

Dan di lokasi banjir tersebut, merupakan satu daerah cekungan yang dikelilingi oleh perbukitan dan bebatuan karang.

Ketika hujan deras, memang di daerah tersebut menjadi langganan banjir.

"Tapi, yang paling parah banjirnya yaitu di tahun 2022 sekarang. Banjirnya tinggi, karena intensitas hujan yang deras. Dulu, pada tahun 1992 memang sempat terjadi banjir cukup besar, tapi sekarang lebih besar lagi," ujar Saepudin saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kantornya, Rabu (28/9/2022) siang.

Baca juga: Banjir di Pangandaran Masih Tinggi Ada yang Sampai 9 Meter, Jabar Quick Response Lakukan Asesmen

Untuk menanggulangi banjir, di tahun 2007 pihaknya sudah berupaya melakukan penyodetan bukit supaya air banjir cepat keluar.

Saepudin, Kepala Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran
Saepudin, Kepala Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran (TRIBUNJABAR.ID/PADNA)

"Namun, sodetan tersebut tak lama langsung tertutup material tanah longsoran lagi," kata Saepudin.

"Dan sekarang, kalau mau disodet lagi harus digali lebih dalam. Supaya, air cepat mengalir. Yang digali mungkin bisa dengan kedalaman sekitar 1 meter, lebar 4 meter dan panjang 200 meter. Dan itu, insyaallah air tidak akan lama menggenang," ucap Saepudin.

Sementara, untuk penyerapan air hujan, di lokasi banjir tersebut cukup lama karena tekstur tanahnya yang liat dan daerahnya yang merupakan bebatuan terumbu karang.

"Jadi, untuk penyerapan airnya cukup lama dan mungkin penyerapannya juga sudah penuh. Karena, saking banyaknya debit air yang tertampung," ucap Ia.

Kini, selain berharap tidak ada lagi hujan deras yang mengguyur wilayahnya, ia juga berharap agar secepatnya pemerintah daerah melalui PUPR untuk membuat sodetan pembuangan air banjir.

Baca juga: Banjir Putus Akses Jalan di Pangandaran, Warga yang Sakit Terpaksa Digendong untuk Sampai ke IGD

"Karena, kalau tidak dibuat sodetan, pasti ketika hujan akan seperti ini lagi (tergenang banjir). Saya juga sudah berupaya menyampaikan ke pak Bupati dan pak wakil bupati," ucap Saepudin. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved