Uang Tabungan Rp 119 Juta Belum Dikembalikan, Kepala Sekolah di Pangandaran Sebut Ada Iktikad Baik

Kepala SDN 3 Kedungwuluh, mengatakan uang tabungan milik 13 orang tua murid belum diselesaikan semua tapi ada iktikad baik dari guru yang bersangkutan

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Kiki Kartika Kepala SDN 3 Kedungwuluh saat ditemui Tribunjabar.id di ruangan kantornya, Selasa (27/9/2022). Ia mengatakan uang tabungan milik 13 orang tua murid belum diselesaikan semua tapi ada iktikad baik dari guru yang bersangkutan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Uang tabungan milik 13 orang tua murid di SDN 3 Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran mandeg di oknum guru, sebelumnya sempat menutup kejadian tersebut.

Hal tersebut disampaikan Kiki Kartika selaku Kepala Sekolah SDN 3 Kedungwuluh, bahwa soal uang tabungan milik 13 orang tua murid yang sudah keluar memang belum diselesaikan semua.

"Terkait hal itu, sebenarnya kami sempat menutup dulu. Karena, ada iktikad baik dari yang bersangkutan (E) untuk melunasinya," ujar Kiki saat ditemui sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Selasa (22/7/9/2022) siang.

Terakhir perjanjian, di tanggal 25 September, yang awalnya orang tua siswa itu memberikan tenggang waktu selam 1 bulan. "Jadi, kemarin terakhir tanggal 25 September," katanya.

Setelah mangkir dari perjanjian, Ia melakukan pertemuan dengan Komite, wali murid di sekolahnya.

Dan akhirnya, solusi yang diambil yaitu dipasrahkan kembali ke Komite dan orang tua siswa.

"Akhirnya, kesepakatan orang tua itu dinaikan (lapor polisi). Dan saya, baru dapat informasi barusan dari pak ketua Komite." katanya.

Baca juga: 13 Orang Tua Murid di Pangandaran Mengeluh, Uang Tabungan Rp 119 Juta Belum Dikembalikan Oknum Guru

"Tadi juga, sebelum beberapa wali murid berangkat ke kantor Polsek Padaherang ada yang kesini (sekolah), katanya punteun (maaf) dan saya juga tidak bisa menjegal dan tidak bisa menyuruh mereka. Pihak sekolah, insyaallah sudah maksimal," ucapnya.

Menurutnya, upaya tindak lanjut untuk guru yang bersangkutan, hal tersebut para orang tua sudah final dan tidak ada kesabaran lagi.

"Karena, kemarin sebelum kejadian ini sudah dilakukan dan Saya memanggil beliau sudah dua, tiga kali mendatangi rumahnya langsung terus dan mendatangi ke tempat bekerjanya sekarang di SDN 4 Padaherang," kata Kiki.

Ketua Komite SDN 3 Kedungwuluh, Aji Suryana menyampaikan, sebenarnya pihaknya tidak mengharapkan kejadian uang tabungan senilai Rp 119 juta yang belum dikembalikan E terjadi.

Tiga kali mangkir dari perjanjian, sejumlah orang tua murid mendatangi SDN 3 Kedungwuluh Padaherang, Pangandaran, Selasa (27/9/2022). Mereka mengeluh uang tabungannya belum dikembalikan, total sebesar Rp 119 juta.
Tiga kali mangkir dari perjanjian, sejumlah orang tua murid mendatangi SDN 3 Kedungwuluh Padaherang, Pangandaran, Selasa (27/9/2022). Mereka mengeluh uang tabungannya belum dikembalikan, total sebesar Rp 119 juta. (TRIBUNJABAR.ID/PADNA)

"Tapi, kan ini sudah terakhir dan apa boleh buat, karena upaya dari dulu sudah dilakukan tapi sampai saat ini, memang uangnya juga masih tidak ada untuk menyelesaikan di tanggal 25 September ini."

Baca juga: Mantan Guru di Sumedang Diduga Gelapkan Uang Tabungan Siswa, Nilainya Fantastis, Capai Ratusan Juta

"Yang bersangkutan (E), dulu sebagai bendahara di sekolah dan sekarang posisinya masih bertugas di SDN 4 Padaherang," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved