Stok Vaksin Meningitis Tersisa 1.400 Dosis, KKP Bandung Hanya Layani Pendaftar Online

VAKSIN meningitis menjadi salah satu syarat bagi calon jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah, namun kondisi ketersediaannya krisis

Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Calon jemaah umrah di KKP Bandung Jabar yang akan melakukan vaksin meningitis. 

TRIBUNJABAR.id, BANDUNG - VAKSIN meningitis menjadi salah satu syarat bagi calon jemaah yang hendak melaksanakan ibadah umrah, namun kondisi ketersediaannya saat ini tengah krisis.

Koordinator Upaya Kesehatan Lintas Wilayah (UKLW) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandung, Medi Nursasih, menjelaskan kekosongan atau minimnya ketersediaan vaksin meningitis hampir terjadi di seluruh KKP, bukan hanya di Bandung.

"Kebetulan KKP Bandung ini memegang untuk seluruh Jabar. Lalu, kenapa bisa sampai kosong? Ya karena memang produsen vaksin meningitis enggak memproduksi dari 2021. Jadi, mereka memproduksinya hanya 2019 dan 2020.

"Mereka tak berani mengambil tindakan membuat vaksin di 2021, hingga akhirnya di 2022 meledak permintaannya,” ujarnya saat ditemui di KKP Bandung, Senin (26/9).

Baca juga: Calon Jemaah Umrah Jawa Barat Harus ke Luar Kota Vaksin Meningitis dengan Harga Lebih Mahal

Sebab, kata Medi, dalam membuat vaksin itu tidaklah sembarangan mesti ada tahapannya untuk dilalui sampai dapat keluar izin dari BPOM.

"Itulah akibatnya di tahun 2021 dan 2022 produsen tak memproduksi vaksin meningitis dan meledak di 2022 hingga kekurangan vaksin," katanya Ketika disinggung terkait jumlah ketersediaan vaksin meningitis di KKP Bandung, Medi mengaku saat ini pihaknya masih memiliki stok produksi tahun 2019-2020.

"Kami sendiri akui sudah kehabisan bahkan kami sampai meminta atau merelokasi dari Makassar dan Cilacap. Kondisi ini terjadi setelah pelaksanaan ibadah haji lalu dan ibadah umrah dibuka kembali. Permintaannya langsung membeludak, sampai kami kekurangan vaksin," katanya.

Adapun antisipasi atau upaya yang dilakukan KKP Bandung, Medi menyebut pihaknya menyediakan vaksin meningitis berdasar kiriman atau bantuan dari daerah lain dan belum dapat memastikan bisa bertahan sampai kapan.

Baca juga: Cerita Calon Jemaah Umrah Majalengka Cari Vaksin Meningitis Sampai ke Purwakarta, Harga Lebih Mahal

"Kami juga lakukan pembatasan bagi calon jemaah umrah yang hendak vaksin meningitis ini dengan hanya melayani calon jemaah yang mendaftar lewat online dan tak melayani daftar langsung," ucapnya.

Setelah pelaksanaan ibadah haji lalu, Medi yang didampingi Asep Saipullah petugas substansi UKLW menyebutkan KKP Bandung Jabar melayani sekitar 50 orang sampai 150 orang per hari.

"Jika tak dibatasi, pendaftar itu bisa mencapai di atas 400 orang per hari. Tapi, sekarang kami sesuaikan dengan adanya ketersediaan vaksin.

"Alhamdulillah sejauh ini kami enggak sampai tutup pelayanan, karena kami menghitung berdasarkan pendaftar online yang masuk, lalu disesuaikan dengan ketersediaan vaksin. Intinya, kami atur per harinya enggak sekaligus semua, sambil kami mencari vaksinnya yang penting harus tetap buka layanan per harinya," ujarnya.

Saat ini, KKP Bandung Jabar lanjutnya, memiliki sebanyak 1.400 vaksin meningitis dan diperkirakan akan habis hingga Oktober 2022. Stok tersebut hanya diperuntukan bagi pendaftar online yang berstatus waiting list.

"Kalau nantinya vaksin meningitis habis ya kami pun enggak tahu bisa dapat dari mana lagi. Dan ini juga vaksin relokasi sisa haji di Jabar. Sudah banyak KKP lain yang tutup, dan kami masih terus coba meminta ke dinkes di seluruh Jabar dan mengumpulkan dari puskesmas-puskesmas juga," katanya. (m nandri prilatama/eki yulianto)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved