Oknum Guru Bilang Mau Jual Sawah Buat Kembalikan Uang Tabungan Milik Orang Tua Murid di Pangandaran

Kejadian uang tabungan Rp 119 juta belum dikembalikan, oknum guru mengaku awalnya saat menjadi bendahara tahun 2019. Ia akan menjual sawah dan mobil

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Aji Suryana, Ketua Komite SDN 3 Kedungwuluh menunjukkan surat perjanjian ketiga kali yang dibuat E, Selasa (27/92022). Kejadian uang tabungan orang tua murid Rp 119 juta yang belum dikembalikan, oknum guru mengaku awalnya saat menjadi bendahara tahun 2019. Ia pun akan menjual sawah dan mobil untuk mengembalikan uang tabungan. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kejadian uang tabungan senilai Rp 119 juta belum dikembalikan, oknum guru berinisial E mengaku awalnya saat terakhir menjadi bendahara di tahun 2019.

"Karena, mungkin keteledoran saya di dalam pembukuan. Dari pada tidak ada yang mengaku, otomatis saya yang memegang (pembukuan) dan saya yang bertanggungjawab," ujar E saat ditemui sejumlah wartawan di kantor sekolah SDN 4 Padaherang, Selasa (27/9/2022) siang.

"Mungkin dalam pengeluaran saya tidak teliti, jadi bermuara di saya semua. Supaya tidak jadi masalah, saya mengakui karena keteledoran saya," ucapnya.

Untuk mengembalikan uang tabungan tersebut, ia juga mengaku sudah melakukan pertemuan dengan Komite ataupun orang tua murid.

"Saya sudah musyawarah, tapi kemarin mau menjual aset pribadi agak telat. Sawah mau dijual, mobil sudah ada yang mau beli tapi lama."

"Kalau aset saya dijual, insyaallah untuk membayar utang tabungan milik orang tua murid bisa terpenuhi," katanya.

Cuman, kata Ia, mungkin untuk proses menjual asetnya cukup lama. Karena, menjual sawah itu lumayan susah.

"Utang saya yang harus dibayar, itu sekitar Rp 119 jutaan. Kalau, utang yang lainnya Saya enggak tahu," ucap E.

Baca juga: 13 Orang Tua Murid di Pangandaran Mengeluh, Uang Tabungan Rp 119 Juta Belum Dikembalikan Oknum Guru

Menurutnya, uang tabungan tersebut bisa digunakan olehnya karena kebutuhan pribadinya dan akhirnya ingin meminjam.

"Dan itu, uang tabungan kelas 6 kemarin yang sekarang mungkin sudah kelas 1 SMP," ucapnya.

Saat ini, kata Ia, tuntutan orang tua murid hanya ingin uang tabungannya dikembalikan semua.

"Tapi, saya sudah menjelaskan harus nunggu waktu tidak bisa dipercepat. Karena, dari dulu saya sudah niat untuk mengembalikan," ujarnya.

Jadi, Ia tidak begitu saja meminjam terus tidak ada itikad baik untuk mengembalikan uang tabungan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved