Buky Wibawa Perjuangkan Bantuan Rutilahu, Prioritaskan Penerima dengan Penderita Penyakit Khusu

Buky Wibawa Terus Perjuangkan Bantuan Rutilahu, Minta Pemerintah Prioritaskan Penerima dengan Penderita Penyakit Khusus

Dok. Pribadi
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Jabar, Buky Wibawa Karya Guna 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kemiskinan di Jawa Barat terbilang masih cukup tinggi dan perlu menjadi perhatian bersama untuk mengentaskannya. Kondisi ini pula yang terus diperjuangkan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Jabar, Buky Wibawa Karya Guna melalui dorongan bantuan program rumah tidak layak huni (rutilahu).

Buky menyampaikan bahwa, dirinya secara konsisten memberikan perhatian khusus pada program bantuan rutilahu ini, karena adanya masukan dan aspirasi masyarakat dari daerah pemilihannya (Kota Bandung dan Cimahi) serta masyarakat Jabar lainnya terkait sejauh mana pembangunan itu berjalan baik atau tidak.

"Hal utama yang mesti dilakukan ialah pemenuhan kebutuhan dasar, yakni rumah alias papan yang harus menjadi perhatian bersama. Saya sering datangi daerah di Kota Bandung atau Cimahi yang masuk dalam kantung-kantung kemiskinan, dan biasanya lokasinya itu berada di padat penduduk dan rumahnya berdiri dengan sangat padat hingga ventilasi atau sanitasinya buruk atau jauh dari kata sehat, bahkan sinar matahari pun seolah sesuatu yang mahal," katanya saat di temui di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Selasa (27/9/2022).

Ketika masyarakat tinggal di rumah yang tak layak dan tak sehat, maka tentu dengan mudahnya penyakit-penyakit akan datang. Terbukti, katanya, ada satu kelurahan di Kota Bandung yang masyarakatnya banyak menderita tubercolosis (TBC) dan dia pernah ikut berpartisipasi untuk memberikan bantuan rutilahu ke penderita TBC itu.

"Memang bantuannya itu bukan dari provinsi, melainkan hasil kolaborasi dengan ikatan arsitek Jabar, klinik paru, dan saya. Kami berkolaborasi membantu perbaikan rutilahu ke penderita TBC supaya akhirnya rumah itu miliki akses sinar matahari, dan memiliki ventilasi dengan baik. Sejak itu, saya berpikir dan menyampaikannya ke pemerintah bahwa ke depan program rutilahu ini mesti memperhatikan pula mereka yang menderita penyakit khusus, semisal tadi TBC. Jika tidak, maka nanti sebaran penyakitnya akan semakin meluas," katanya kader Gerindra ini.

Buky pun menegaskan dirinya akan terus menyuarakan dan memperjuangkan masalah rutilahu ini ke pemerintah, serta melihat ke kantung-kantung kemiskinan tak hanya di dapil Kota Bandung dan Cimahi, melainkan seJawa Barat.

Dia juga menyebut bantuan rutilahu sejauh ini masih jauh dari kata ideal di Jabar. Menurutnya, dari data yang ada bantuan rutilahu di Jabar untuk 2022 sebanyak 9.513 unit dari seharusnya ada sebanyak 26 ribu unit.

"Tapi, kami bersyukur dari segi nilai bantuannya bertambah dari sebelumnya di periode sebelum 2022 hanya Rp 17,5 juta per unit, kini setelah kami dorong menjadi di angka Rp 20 juta per unit dan kami terus harapkan bisa sampai ke nilai Rp 25 juta per unit," ujarny seraya meminta untuk penerima bantuan rutilahu ini diprioritaskan ke masyarakat dengan penderita penyakit khusus.

"Jika warga bisa hidup di rumah yang layak, maka tentu mereka miliki semangat untuk kebutuhan yang lainnya. Kami perlu adanya kolaborasi lintas sektoral mengentaskan kemiskinan ini. Kami juga dorong agar pemerintah provinsi atau kota/kabupaten bisa berkomunikasi lebih agresif dengan pusat agar mendapatkan bantuan-bantuan," katanya.

Adapun bantuan rutilahu di Jabar pada 2022 paling banyak ialah Kabupaten Bandung hampir sebanyak 700 unit. Sedangkan untuk Kota Bandung berada di bawah 200 unit.

"Alhamdulillah di 2023 anggaran murni, Jabar akan alokasikan bantuan rutilahu ini untuk 10 ribuan unit. Tapi, mudah-mudahan di 2023 perubahan ada peningkatan bisa mendekati atau bahkan mencapai 26 ribu unit. Semoga ada penambahan yang signifikan. Informasinya sih perubahan 2022 itu hanya bertambah 65 unit dari jumlah 9.513 unit tadi. Kami akan dorong terus sampai menit akhir keputusan banggar untuk mendorong di angka 600 unit, enggak tahu bisa atau tidak, yang penting suarakan dahulu," ucap Buky.

Terakhir, Buky berharap pemerintah Provinsi Jabar bisa memberikan yang terbaik pada masyarakatnya, terutama tiga hal, yakni pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan agar masyarakat bisa menjadi mandiri dan mengurangi beban pemerintah ketika telah mandiri.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved