Kisruh Dugaan Pencemaran Lahan, Perusahaan Peternakan Ayam Petelur Damai dengan Repdem Cianjur

Perusahaan peternakan ayam petelur PT Sinar Kanoman Family (SKF) sepakat berdamai dengan DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Cianjur.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Sidak bersama ke lokasi dugaan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan kuasa hukum dan humas PT SKF, serta DPC Repdem Cianjur, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Perusahaan peternakan ayam petelur PT Sinar Kanoman Family (SKF) sepakat berdamai dengan DPC Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Kabupaten Cianjur setelah dilakukan beberapa kajian dan survei lapangan yang melibatkan anggota DPRD Cianjur.

Kuasa hukum PT SKF, Gilang Arvasendra, mengatakan, kronologi bermula adanya dugaan pengaduan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan oleh beberapa orang petani di Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, kepada DPD Repdem Kabupaten Cianjur.

Dugaan tersebut berujung pada penyidakan oleh Komisi I anggota DPRD Kabupaten Cianjur.

Lalu pada 15 September 2022, antara Ketua DPC Repdem Kabupaten Cianjur, Isman Muslim; kuasa hukum dan humas dari PT SKF serta perwakilan dari petani melakukan survei lokasi terhadap objek lokasi yang diduga terkena dampak oleh PT SKF.

"Adapun hasil survei lokasi di sana sejauh ini beberapa orang petani masih menduga adanya kotoran limbah yang masuk ke ladang miliknya. Akan tetapi setelah ditelusuri secara bersama-sama dari PT SKF ternyata sudah melakukan pencegahan dengan membuat BAK penampungan sementara untuk IPAL dan memperbesar saluran pembuangan air," ujar Gilang di Cianjur, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Heboh Ada yang Unggah 10 Ribu Data Warga Cianjur di Media Sosial, Ini Penjelasan KPU

Gilang mengatakan, saat survei lokasi di sekitar perusahaan masih banyak para petani yang bercocok tanam padi seperti biasanya dan hasil pembuangan air pada waktu itu terlihat bersih.

"Tanggal 25 September 2022 DPC Repdem Kabupaten Cianjur dan PT SKF yang diwakili oleh Gilang Arvasendra dan Elan Setiawan setelah terjun ke lokasi mempunyai komitmen bersama secara tertulis yaitu saling memaafkan atas adanya opini publik yang merugikan nama baik perusahaan tentang kegaduhan yang telah terjadi," ujar Gilang.

Gilang mengatakan, DPC Repdem juga berupaya untuk menguji laboratorium tanah di sekitar perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, PT SKF telah memaafkan DPC Repdem Kabupaten Cianjur demi menjaga kondusivitas dan sinergitas ke depan untuk menjaga lingkungan dan mengapresiasi langkah pengujian laboratorium tanah tersebut agar menjadi kajian ilmiah.

"PT SKF adalah perusahaan yang memiliki standar izin sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," katanya.

Baca juga: Mabes TNI Turun ke Cianjur, Cegah Konflik Sosial dengan Hal Ini, Dilakukan di Kodim 0608

Baca juga: Heboh Tulang dan Kepala Babi Hutan Dalam Karung yang Dibuang Setiap Bulan di Cipanas Cianjur

Ketua DPC Repdem Kabupaten Cianjur, Isman Muslim, mengatakan terkait data warga yang telah mengklaim tidak bisa bercocok tanam selam tiga tiga tahun ke belakang pihaknya menerima sebanyak 53 kepala keluarga adalah hasil pendataan yang telah dilakukan oleh tokoh masyarakat setempat.

"Adapun kami serta pengurus Repdem Kabupaten Cianjur tidak pernah melakukan pendataan tersebut," katanya.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besanya kepada PT SKF atas segala kegaduhan yang terjadi di lapangan.

"Kami juga melihat PT SKF telah membuat instalasi pengolahan air limbah dengan baik," ujar Isman. (fam)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved