Dandim 0615 Kuningan Perintahkan Babinsa Aktifkan Lapan Fire Hotspot untuk Pantau Titik Api

Cara kerja aplikasi Lapan Fire Hotspot itu, kata Bambang Kurniawan, bisa mengetahui titik api yang juga memudahkan petugas pemadam kebakaran

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Cirebon/Ahmad Ripai
Dandim Letkol Inf Bambang Kurniawan (tengah) saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan Taman Nasional Gunung Ciremai, Senin (26/9/2022) 

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Kebakaran di lahan Gunung Ciremai menjadi perhatian Dandim 0615/ Kuningan, Letkol Inf Bambang Kurniawan. Ia pun langsung terjun ke lokasi Taman Nasional Gunung Ciremai yang terbakar.

Dalam peninjauannya, Bambang Kurniawan, mengatakan, akan menggunakan teknologi sebagai antisipasi kebakaran. Teknologi tersebut adalah aplikasi Lapan Fire Hotspot sebagai alat deteksi terhadap titik penyebab kobaran api.

"Artinya, penggunaan aplikasi Lapan Fire Hotspot yang terkoneksi itu bisa langsung mengetahui titik api sehingga percikan api yang dianggap membahayakan itu bisa ditangani dengan melakukan pemadaman lebih lanjut," kata Bambang Kurniawan.

Dandim Letkol Inf Bambang Kurniawan (kiri) saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan Taman Nasional Gunung Ciremai, Senin (26/9/2022)
Dandim Letkol Inf Bambang Kurniawan (kiri) saat mengunjungi lokasi kebakaran hutan dan lahan Taman Nasional Gunung Ciremai, Senin (26/9/2022) (Tribun Cirebon/Ahmad Ripai)

Cara kerja aplikasi Lapan Fire Hotspot itu, kata Bambang Kurniawan, bisa mengetahui titik api yang juga memudahkan petugas pemadam kebakaran di area hutan terbuka.

"Lokasi kebakaran hutan di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) Blok Cileutik, kita tetap gunakan aplikasi ini untuk memastikan bahwa lokasi itu aman dari ancaman kobaran api," katanya.

Baca juga: Sajikan Pemandangan Sabana, Jalur Pendakian Baru Gunung Ciremai via Majalengka Diminati Pendaki

Menurut Dandim Letkol Bambang, informasi kejadian kebakaran baru terdeteksi siang hari. "Ini Karena sebelumnya teknologi yang terbatas, maka agak kesulitan menangani kebakaran hutan. Jadi ke depan, saya akan memerintahkan Babinsa agar mengaktifkan aplikasi Lapan Fire Hotspot," katanya.

Saat aplikasi Lapan Fire Hotspot beroperasi itu diketahui dan terlihat titik api bisa ditinjau dari satelit. Misal saat pagi tadi atau sekitar pukul 05.34 dan 06.30 ada dua titik wilayah lokasi kebakaran berdasarkan aplikasi tersebut.

Baca juga: Petugas BTNGC Bersama Warga dan Ormas Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Wilayah Kuningan

"Dengan aplikasi itu kita lihat titik api bahkan di seluruh wilayah Indonesia. Mungkin nanti dari TNGC bisa mengusulkan tekhnologi drone untuk memantau wilayah kebakaran pada tiga hingga lima titik. Kemudian, hasil terdeteksi titik api di mulai dari Cileutik hingga Tegalbodas dengan radius satu kilometer dan untuk luas lahan yang terbakar sementara sekitar 150 hektare," katanya. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved