Tensi Demokrat - PDIP Memanas, Saling Sibak Borok Korupsi, Seret Nama Buronan Harun Masiku

Saling buka borok korupsi tersebut muncul ketika Herzaky Mahendra Putra menyinggung kader PDI Perjuangan yang terlibat kasus korupi, Harun Masiku.

Tribunnews.com/M Zulfikar
Adian Napitupulu - Juru bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dan politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu saling membuka kasus korupsi yang pernah dilakukan kader masing-masing patai. 

Seperti diketahui, hubungan antara Partai Demokrat dan PDIP sedang memanas belakangan ini.

Hal tersebut terjadi setelah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyindir pemerintahan Jokowi.

Contohnya adalah ketika AHY menyebut pemerintahan Jokowi adalah 'rezim gunting pita'.

"Jadi jelas banyak sekali proyek-proyek itu kami menyeluruh dan tidak sering kali di publikasi. Ada yang mengatakan misal, jaman dulu enggak ada pembangunan infrastruktur nyatanya banyak," kata AHY dalam Rapimnas Partai Demokrat pada Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Dukung Dunia Olahraga, Partai Demokrat Indramayu Gelar Turnamen Volly Ball AHY Cup 2022

"Kami rencanakan, persiapkan, dialokasikan anggarannya, dan dimulai dibangun sehingga banyak yang tinggal dan sudah 70 persen bahkan tinggal 90 persen, tinggal gunting pita. Setahun (pemerintahan) gunting pita kira-kira masuk akal enggak," imbuhnya.

Selain itu, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyebut dirinya mendengar kabar adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan digelar dengan tidak jujur.

Presiden RI ke-6 ini pun memutuskan harus turun gunung karena kabar tersebut.

"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tandan Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," tuturnya dikutip dari Kompas.com.

Kemudian, menurut informasi yang diterima, SBY juga menyebut Pilpres 2024 akan diatur dengan model dua pasangan capres dan cawapres.

"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," katanya.

Kendati begitu, SBY tidak menjelaskan sosok 'mereka' yang disebutnya mengatur Pilpres 2024.

Selanjutnya, SBY menyebut partai berlambang mercy itu juga diatur agar tidak bisa mengajukan capres dan cawapresnya sendiri.

"Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri, bersama kolaisi tentunya."

Baca juga: Ketum Demokrat Utamakan Pembangunan SDM, Kader di Pangandaran Siap Berjuang

"Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan?," kata SBY.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved