Pemkot Depok Dinilai Tidak Tegas Tindak Pelanggar Pengguna Jalan yang Merusak Jalan

Contohnya saja kondisi Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) yang rusak dan dikeluhkan sejumlah pengendara serta pedagang di sekitar jalan tersebut.

Editor: MGWR
Wartakotalive/Vini Rizki Amelia
Beberapa ruas jalan di Grand Depok City, Sukmajaya, Depok, rusak akibat curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan, Senin (24/2/2020). 

TRIBUNJABAR.ID – Bagi pengendara kendaraan yang sering melintasi Depok mungkin tahu tentang kondisi jalan rusak di kota ini.

Contohnya saja kondisi Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) yang rusak dan dikeluhkan sejumlah pengendara serta pedagang di sekitar jalan tersebut.

Salah satu area jembatan di Jalan GDC tampak beberapa titik jalanan rusak.vKubangan air pun terlihat menutupi beberapa titik jalan yang berlubang sehingga bisa membahayakan pengendara jalan.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengendara motor bernama Hari. Ia mengaku kesulitan mengendarai kendaraannya di jalan berlubang tersebut.

“Pokoknya habis hujan kayak ini banjir kan itu jalanannya, kita (pengendara motor) kan jadi harus jalan pelan-pelan. Belum lagi ada mobil karena menghindari lubang jadi bikin macet juga,” ujar Hari, seperti dimuat Kompas.com, Jumat (20/5/22).

Padahal, Jalan GDC seharusnya bisa dijaga dan dipantau dengan baik oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, karena pembangunan jalan ini berasal dari dana rakyat.

Masalah ini sudah terjadi sejak lama, namun pemda setempat belum juga ada upaya menyelesaikan permasalahan ini. Pemkot Depok dinilai tidak tegas menangani masalah kerusakan jalan.

TribunJabar merangkum, selain Jalan GDC, ada tiga jalan di Depok yang rusak parah. Jalan tersebut adalah Jalan Raya Pasir Putih, Jalan Margonda Raya, dan Jalan Komjen M Yasin.

Salah satu penyebab dari kerusakan jalan ini adalah banyaknya pengendara truk yang kerap kali tidak mematuhi peraturan lalu lintas. Mereka sering melewati jalan yang seharusnya tidak boleh dilewati oleh truk.

Hal tersebutlah yang melatar belakangi Wakil Ketua Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Tajudin Tabri memberi hukuman kepada supir dump truk.

Pada Jumat (23/9/22) viral video supir dump truk diberikan hukuman Tajudin Tabri karena menabrak portal peringatan pipa gas di Jalan Raya Krukut, Depok.

Di lokasi kejadian, tampak portal pembatas tinggi kendaraan rusak karena dihantam dump truk, portal itu kemudian tersangkut di dump truk tersebut.

Tajudin menjelaskan, warga kerap memintanya untuk memberikan peringatan dan menindak sopir truk yang tidak mematuhi peringatan batas ketinggian truk yang melintas di Jalan Krukut.

Hal itu dikarenakan tidak jauh dari portal terdapat pipa gas dan akan membahayakan warga apabila truk tersebut merusak pipa gas.

“Saya khawatir akan keselamatan warga yang ada di sekitar lokasi pipa gas apabila meledak atau bocor. Padahal juga sudah ada plang peringatan batas ketinggian dari portal tersebut, ini kejadian sudah ketiga kalinya” ujar Tajudin.

Tajudin juga menyampaikan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Ia memberikan hukuman tersebut karena semata-mata melihat jalanan yang dibangun dari dana rakyat menjadi rusak karena ulah supir truk.

“Itu kejadian sudah 3 kali, dulu kan viral yang pertama berdasarkan laporan masyarakat dianggap dewan tidak bisa kerja, selalu kejadian yang mengkhawatirkan masyarakat, dilewati dump truk dibiarkan saja, akhirnya saya marah yang pertama kalinya itu," kata Tajudin.

Tajudin Tabri mengakui bahwa sosok yang berada pada video yang viral merupakan dirinya. Dia mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada sopir maupun koordinator supir truk tersebut jika tindakannya dianggap berlebihan.

"Saya khilaf dan meminta maaf, tindakan yang saya lakukan berupa push up kepada supir truk yang menabrak portal," ujar Tajudin.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved