Partai Golkar Pererat Rangkulan dengan Ulama dan Pesantren, Pilar Utama untuk Indonesia Lebih Maju

Walau bukan partai Islam, Partai Golkar tetap mengedepankan aspirasi para ulama, kiai, santri, serta pondok pesantren.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Giri
Istimewa
Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Provinsi Jawa Barat di Aula Siti Khodijah Pondok Pesantren Azzainiyyah, Kampung Nagrog Sinar Barokah, Selabintana, Sukabumi, Sabtu (24/9/2022) malam. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Walau bukan partai Islam, Partai Golkar tetap mengedepankan aspirasi para ulama, kiai, santri, serta pondok pesantren.

Ulama dan pondok pesantren pun disebut sebagai pilar utama bagi Partai Golkar guna mencapai Indonesia lebih maju dan sejahtera.

Demikian dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Provinsi Jawa Barat di Aula Siti Khodijah Pondok Pesantren Azzainiyyah, Kampung Nagrog Sinar Barokah, Selabintana, Sukabumi, Sabtu (24/9/2022) malam.

“Ulama, santri, dan pesantren telah menjadi bagian utama dalam sejarah Partai Golkar sejak awal. Tentu ada alasannya mengapa para kiai guru-guru mulia mengambil ijtihad politik di Partai Golkar, yakni karena berpolitik di Partai Golkar adalah cara atau jalan menuju kemaslahatan umat,” kata Tubagus Ace Hasan Syadzily atau yang biasa disapa Kang Ace melalui ponsel, Minggu (25/9/2022).

Ia menegaskan, pihaknya akan senantiasa mengajak dan menempatkan para ulama, kiai, santri pada tempat terbaik untuk menjaga maqasid syariah dari perjalanan partai agar senantiasa berpijak pada nilai-nilai luhur dan semangat para pendiri bangsa.

Oleh sebab itulah, kata Kang Ace, kenapa MDI ada dan penting bagi Golkar termasuk di Jawa Barat. 

Baca juga: Harus Kerja Keras, Golkar Bandung Barat Incar 12 Kursi Pada Pileg 2024, Ini Strategi yang Disiapkan

“Kita tahu Jabar itu masyarakatnya sangat religius. Golkar Jabar selalu ditopang oleh para ulama termasuk ulama kharismatik seperti Abah Anom serta ulama-ulama lainnya. Kehadiran MDI harus menjadi jembatan untuk memelihara itu,” kata Kang Ace.

Dia mengungkapkan, dakwah yang sesungguhnya adalah berpolitik di partai nasionalis seperti di Partai Golkar

“Kalau dakwah di partai Islam kan biasa, di dalamnya sudah banyak yang mengerti dan paham keislaman, tapi di partai nasionalis, kehadiran para pendakwah, ulama, santri akan selalu dibutuhkan untuk membimbing umat,” katanya.

Kang Ace menjelaskan pentingnya politik demi menciptakan kemaslahatan bersama.

Ia menyitir kaidah dalam Ushul Fiqih yang berbunyi ‘Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah’ sebagai jalan politik yang selama ini dijadikan pedoman bagi Partai Golkar.

Bahwa setiap tindakan pemimpin dalam hal ini politik terhadap rakyat harus didasarkan atas pertimbangan kemaslahatan.

“Karya dalam bahasa agama adalah amal saleh agar bisa memberikan kemaslahatan bagi yang lain. Golkar ada pada posisi itu, substansinya sangat religius,” kata Kang Ace.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved