Kunjungan Wisata di Kawah Putih Menurun Setelah Harga BBM Naik, Jumlah Pengunjung Tersisa Segini

Kenaikan harga BBM berpengaruh kepada berbagai sektor, termasuk sektor wisata, yang terimbas langsung dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan.

Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Foto ilustrasi, objek wisata Kawah Putih di Kabupaten Bandung. Kenaikan harga BBM berpengaruh kepada berbagai sektor, termasuk sektor wisata, yang terimbas langsung dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR ID, BANDUNG - Kenaikan harga BBM berpengaruh kepada berbagai sektor, termasuk sektor wisata, yang terimbas langsung dengan menurunnya tingkat kunjungan wisatawan.

Seperti tempat wisata yang menjadi icon di Kabupaten Bandung, yakni Kawah Putih, setelah adanya kenaikan harga BBM, tingkat kunjungan menurun.

Menurut Pengelola Kawah Putih, Dudung, dampak dari kenaikan harga BBM sangat luar biasa, berpengaruh kepada berbagai sektor, termasuk wisata.

"Kalau melihat tren kunjungan, minggu-minggu ini ada penurunan jika dibandingkan, sebelum adanya kenaikan harga BBM," ujar Dudung, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Minggu (25/9/2022).

Dudung menjelaskan, secara terperinci hitungan penurunan pengunjung ke Kawah Putih, belum bisa dipastikan karena baru akan evaluasi di akhir bulan.

"Kalau hitungan kasarnya penurunan pengunjung terjadi mencapai 20-30 persen baik weeken dan weekday. Weekday biasanya 400-500 orang pengunjung, kalau weekand bisa sampai 1200, itu saat sebelum kenaikan BBM," kata Dudung.

Dudung mengatakan, baru juga tren kunjungan meningkat setelahnya kasus Covid- 19 melandai.

"Sekarang keburu kembali turun (akibat adaya kenaika harga BBM," tuturnya.

Dudung mengaku, dengan kondisi seperti saat ini, terasa berat bagi para pengelola wisata, mungkin pemerintah bisa lebih bijaksana lagi dalam mengeluarkan kebijakan ke depannya.

Dudung menjelaskan, sepertk adanya penyesuaian kaitan dengan BBM supaya lebih diterima masyarakat, terutama pasar wisata.

"Sehingga tetap kunjungan wisata tak terganggu. Sebab selain pegawai, kami juga melibatkan masyarakat," tuturnya.

Ketika memang wisatanya mati atau kunjungan menurun, kata Dudung, dampaknya bukan hanya pihaknya saja, sebagai pengelola wisata.

"Tapi juga masyarakat yang terlibat di sini, baik pengendara untang anting, pedagang makanan, minuman, Souvenir, ikut terdampak karena mereka usahanya dari pengunjung yang datang ke lokasi kita," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved