Sang Legenda, KRI Dewaruci, Satu-satunya Kapal Tipe Barquentine di Dunia, Sedang Sandar di Cirebon

Kapal yang dibuat di Jerman pada 1953 itu dijuluki sebagai Sang Legenda,

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
Tribun Jabar
KRI Dewaruci milik TNI AL yang bersandar di Pelabuhan Cirebon, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jumat (23/9/2022). Kapal tersebut bakal menggelar openship selama dua hari ke depan dan dimulai besok. 

Selain itu, ekspedisi maritim juga bertujuan untuk menggali potensi dan sumber daya maritim, serta sejarah TNI AL di daerah-daerah yang dilintasi KRI Dewaruci.

Ia berharap, ekspedisi itu dapat mengungkap sejarah, potensi, dan kejayaan maritim yang dahulu dicapai Indonesia, khususnya pada zaman Majapahit atau Sriwijaya.

"Situs-situsnya juga masih ada, sehingga dapat dimanfaatkan para generasi muda dan berdampak positif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Julius Widjojono.

Julius mengatakan, KRI Dewaruci akan bersandar di Pelabuhan Cirebon hingga Minggu (25/9), dan bakal menggelar openship  yang dimeriahkan bazar pameran.

Openship itu dibuka untuk sesi pertama mulai pukul 08.00 WIB - 12.00 WIB yang dikhususkan bagi kalangan pelajar, dan sesi dua untuk masyarakat umum mulai pukul 13.00 WIB - 16.00 WIB.

Diharapkan, masyarakat Cirebon dapat memanfaarkan momentum tersebut untuk belajar dan mengenal lebih dekat KRI milik TNI AL, sehingga menggugah semangat sebagai bangsa maritim.

Ia memastikan, openship tersebut tidak dipungut biaya sepeser pun atau gratis, sehingga masyarakat Cirebon dan sekitarnya dipersilakan untuk mengunjungi KRI Dewaruci secara langsung.

"Ini kunjungan ketiga KRI Dewaruci ke Cirebon, pertama pada 2017 dan kedua tahun lalu. Namun, dalam kunjungan sebelumnya latihan pelayaran bintang oleh kadet AAL," kata Julius.

Ia juga mengakui Cirebon mempunyai sejarah maritim yang cukup panjang, termasuk peristiwa heroik pertempuran KRI Gajah Mada melawan kapal perang Belanda pada 5 Agustus 1947.

Kala itu, KRI Gajah Mada karam setelah bagian mesinnya tertembak torpedo kapal penjajah Belanda dan Kapten Samadikun yang berada di kapal itu gugur dalam pertempuran tersebut.

"Makam Kapten Samadikun ada di Cirebon, bahkan ada monumen KRI Gajah Mada dan museum sejarahnya yang menjadi potensi wisata maritim," ujar Julius Widjojono. (tribuncirebon)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved