Saat Warga Makmurkan Masjid Al Ibtida Jatihandap Bahas Kajian Agama dan Kehidupan Bareng DeEPF

Sejumlah warga yang ingin merintis usaha, berbondong-bondong memadati Masjid Al Ibtida Jatihandap, di Komplek Grand Valley Residence,  Kota Bandung,

Editor: Mega Nugraha
istimewa
Sejumlah warga yang ingin merintis usaha, berbondong-bondong memadati Masjid Al Ibtida, di Komplek Grand Valley Residence, Jatihandap, Kota Bandung 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah warga yang ingin merintis usaha, berbondong-bondong memadati Masjid Al Ibtida Jatihandap, di Komplek Grand Valley Residence,  Kota Bandung, Jumat (23/9/2022) untuk mengaji.

Mereka datang untuk mengikuti kajian di Masjid tersebut yang digelar oleh Dewa Eka Prayoga Foundation (DeEP-F) bersama Kajian Bisnis Masjid Al Ibtida (Kabita).

Founder DeEP-F, Dewa Eka Prayoga atau Dewa Selling mengatakan, Kabita atau Kajian Bisnis Masjid Al Ibtida sebenarnya sudah ada sejak lama, namun sempat terhenti akibat pandemi dengan kebijakan PPKM.

"Pandemi tidak boleh ada kerumunan, kemarin ada obrolan bagaimana kalau kolaborasi dengan Dewa Foundation, akhirnya bikinlah Kabita dengan format baru, bedanya kalau dulu hanya kajian bisnis, sekarang ada public sosial media, ada makan bareng dan pembagian sembako juga untuk mereka," ujar Dewa Eka, Jumat (23/9/2022).

Kegiatan tersebut, kata dia, digelar untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat perubahan, di samping tempat ibadah umat muslim.

Baca juga: Semangatnya Emak-emak di Sukabumi Ini Ikut Bangun Masjid, Ngecor Ayo, Pasang Genting Libas

"Tidak hanya untuk salat saja, tapi bisa menjadi tempat untuk belajar bisnis, untuk bertemu dengan teman-teman yang satu misi, bisa nantinya saja kolaborasi bareng-bareng," katanya.

Menurutnya, jika biasanya membahas bisnis itu di kelas atau work shop, maka bersama Kabita ilmu-ilmu bisnis diberikan saat kajian.

"Saya bilang ke teman-teman, kalian kalau ikut Kabita itu kajian sudah serasa work shop gitu, karena kalau ikut training itu kan kelasnya lumayan bisa sampai Rp. 8 jutaan, ini kan gratis dan dapat banyak," ucapnya.

Saat ini, kata dia, Kabita baru memasuki pertemuan kedua. Biasanya, jadwal Kabita digelar setiap satu bulan satu kali di pekan ke empat.

"Kemarin pertemuan pertama ada 700 orang, sekarang pertemuan kedua ada 500 orang, mereka itu ada yang dari luar Kota juga, karena diinformasikan sebulan sekali di pekan ke empat. Jadi ibaratnya sudah kita woro-woroin, di pekan ke empat Jumat datang ke masjid kita ada acara Kabita," katanya.

Ke depan, Ia ingin ada kegiatan serupa di tempat-tempat lain dengan mendatangkan pemateri yang berpengalaman di bidangnya.

"Sesuai namanya, mungkin kalau Kabita hanya di sini, kalau di tempat lain nanti kita kolaborasikan lagi. Bisa jadi, nanti undang teman-reman expert dan kolaborasi lagi dengan yang lainnya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved