Ini Modus Tersangka Penyalahgunaan Gas Melon Disedot ke Gas Nonsubsidi di Cirebon

Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan gas elpiji tiga kilogram yang disedot ke gas nonsubsidi.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar (kiri), saat menunjukkan barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Sabtu (24/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan gas elpiji tiga kilogram yang disedot ke gas nonsubsidi.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar, mengatakan, menurut keterangan tersangka berinisial KD (50) yang diamankan dalam kasus itu rupanya beraksi seorang diri.

Bahkan, menurut dia, warga Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, tersebut sengaja mengubah sebagian rumahnya menjadi gudang untuk menyedot isi gas melon ke gas nonsubsidi.

Baca juga: Kasus Gas Melon untuk Isi Ulang Gas 12 Kg dan 50 Kg, Polresta Cirebon Selidiki Alur Distribusi

"Tersangka menyedot gas melon untuk mengisi gas nonsubsidi kemudian menjualnya demi keuntungan pribadi," kata M Fahri Siregar saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan Veteran, Kota Cirebon, Sabtu (24/9/2022).

Modus operandinya ialah menggunakan pipa besi berjeruji untuk menyedot isi gas melon dan memindahkannya ke tabung gas nonsubsidi berukuran 12 kilogram.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara KD mengakui untuk mengisi satu tabung gas nonsubsidi ukuran 12 kilogram dibutuhkan 4,5 gas melon.

"Tersangka juga memasang segel palsu di tabung gas nonsubsidi tersebut untuk mengelabui masyarakat yang membelinya," ujar M Fahri Siregar.

Gas melon itu dibeli seharga Rp 19 ribu perkilogram sehingga modal untuk mengisi satu tabung gas nonsubsidi berukuran 12 kilogram mencapai Rp 85.500.

Namun, KD menjual gas nonsubsidi yang diisi menggunakan gas melon tersebut seharga Rp 215 ribu per tabung.

Keuntungan yang didapat tersangka mencapai Rp 129.500 per tabung.

"Tindakan ini dilakukan KD sejak Januari 2022, jadi sudah delapan bulan beroperasi."

"Jika dikalkulasikan, total keuntungannya mencapai Rp 15 jutaan," ujar M Fahri Siregar.

Fahri menyampaikan, tersangka juga biasa menjual gas nonsubsidi yang diisi menggunakan gas melon itu di wilayah Kota dan Kabupaten Cirebon.

Pihaknya pun mengamankan, 31 tabung gas melon dan gas nonsubsidi ukuran 12 kilogram yang masih ada isinya serta yang kosong, sepeda motor roda tiga, dan lain-lain sebagai barang bukti. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved