Pemkab Garut Tetapkan Banjir Pameungpeuk Tanggap Darurat, Ratusan Rumah Rusak, Ada Rumah yang Hancur

Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status bencana banjir di Kecamatan Pemeungpeuk menjadi tanggap darurat.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Dampak luapan Sungai Cipalebuh yang mengakibatkan banjir di wilayah Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (23/9/2022). Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status bencana banjir di Kecamatan Pemeungpeuk menjadi tanggap darurat. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan status bencana banjir di Kecamatan Pemeungpeuk menjadi tanggap darurat.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Pemeungpeuk.

Ia menyebut banjir tersebut menerjang lima Kecamatan, yakni Cibalong, Singajaya, Cisompet, Banjarwangi dan yang paling parah berada di wilayah Kecamatan Pameungpeuk.

"Saat ini statusnya jadi tanggap darurat, selama 7 hari, mudah-mudahan dalam beberapa hari pembersihan sudah beres," ujarnya saat diwawancarai awak media di Kantor Kecamatan Pemeungpeuk, Jumat (23/9/2022) malam.

Ia menyebut ada ratusan rumah yang rusak akibat terjangan banjir akibat meluapnya Sungai Cipalebuh pada Kamis malam.

Baca juga: Sungai Cipalebuh Pameungpeuk Garut Meluap, Warga Mengungsi di Kantor Kecamatan

Diperkirakan ada 200 hingga 400 rumah yang rusak akibat banjir tersebut.

"Di Pameungpeuk ada sekitar 1.600 rumah yang terdampak, yang hancur dua rumah, sisanya terendam saja," ucapnya.

Banjir tersebut menurutnya menyebabkan kerugian sekitar Rp 10 miliar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved