Panti Asuhan di Bandung Barat Sangat Menanti BLT Anak Yatim Piatu dari Kemensos RI, Berharap Terdata

Panti asuhan di KBB sangat menanti Bantuan Langsung Tunai (BLT) anak yatim yang bakal diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Anak yatim di Panti Asuhan Roudatul Amanah yang berlokasi di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, KBB saat mengaji beberapa waktu lalu. Panti ini menunggu BLT anak yatim dari Kemensos RI. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Panti asuhan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat menanti Bantuan Langsung Tunai (BLT) anak yatim yang bakal diberikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Seperti diketahui, Kemensos sejauh ini sudah mengantongi database 946.863 anak yatim piatu sebagai penerima BLT yang nantinya akan diberikan pada Desember 2022 dengan jumlah Rp 200 ribu per orang.

BLT tersebut salah satunya sangat dinanti oleh anak yatim di Panti Asuhan Roudatul Amanah yang berlokasi di Kampung Cibungur, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, KBB.

"Iya pasti, semua anak yatim di panti asuhan kami sangat membutuhkan bantuan itu. Semoga mereka terdata dan bisa mendapatkan bantuan," ujar pengelola Panti Asuhan Roudatul Amanah, Imas Masitoh (46) saat dihubungi, Jumat (23/9/2022).

Namun, hingga saat ini pihaknya masih belum menerima informasi lebih lanjut dari pemerintah daerah terkait pencairan BLT tersebut.

Pun demikian dengan data anak yatim yang akan menerima bantuan.

Baca juga: Komisi IV DPRD Jabar Naikan Dana BLT Dampak Kenaikan Harga BBM, dari Rp 27 Miliar Jadi Rp 50 Miliar

"Alhamdulillah kalau memang mau ada bantuan. Tapi sampai sekarang belum ada yang kasih tahu soal itu," katanya.

Menurut Imas, jika anak panti asuhan Roudotul Amanah yang merupakan anak yatim jadi penerima BLT pihaknya sangat bersyukur karena hal ini sudah tentu akan bisa menutupi kekurangan biaya untuk kebutuhan sehari-hari.

Imas mengatakan, biaya untuk kebutuhan anak yatim yang ada di panti asuhannya hingga kini masih sering kekurangan, sehingga BLT itu nantinya akan bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan anak yatim.

"Sedih juga karena untuk kebutuhan anak-anak ini sering kekurangan. Jadi kalau dapat bantuan lumayan buat bekal sekolah anak-anak," ucap Imas.

Kepala Dinas Sosial Bandung Barat, Sri Dustirawati mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Sosial terkait penyaluran bantuan sosial untuk anak yatim tersebut.

"Saat ini kami masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis (juklak-juknis) dari Kemensos RI," kata Sri. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved