Adikarya Parlemen

DPRD Jabar Soroti Masih Tingginya Kasus Penyakit Tidak Menular di Jabar

DPRD Jabar menyoroti masih tingginya kasus Penyakit Tidak Menular di wilayah Jawa Barat

istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, S.Sos. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Iwan Suryawan, S.Sos., mencermati masih tingginya angka kasus penyakit tidak menular di Jawa Barat, dari mulai hipertensi, diabetes, penyakit jantung, sampai osteoporosis.

Anggota Komisi V DPRD Jabar dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini pun mengatakan pemerintah bersama masyarakat harus memberikan perhatian lebih terhadap upaya preventif atau pencegahan penyakit tidak menular tersebut.

"Penyakit tidak menular ini sekarang justru lebih banyak menyumbang angka kematian, termasuk jumlah kasusnya juga yang begitu mengkhawatirkan. Itu sebabnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus melakukan upaya-upaya preventif terkait dengan penyakit ini, karena mencegah lebih baik dari mengobati," kata Iwan di Bandung, Jumat (23/9).

Ketua Umum Perkumpulan Olahraga Senam Massal Indonesia (Posmi) ini pun menyatakan itulah sebabnya kini banyak gerakan di masyarakat di antaranya melalui program senam massal.

Dari mulai senam diabetes, senam jantung, sampai senam osteoporosis.

Ia mengatakan gerakan senam massal ini sayangnya lebih populer di kalangan lanjut usia atau dewasa.

Padahal usia anak-anak dan remaja pun, harus mulai membiasakan diri menjalankan hidup sehat, di antaramya dengan berolah raga termasuk senam.

"Harus dari awal kita melakukan upaya-upaya pencegahan sehingga kondisi kita tetap bugar, sehat, dan memiliki tulang yang kuat sampai lanjut usia. Oleh karena itu, langkah ini harus dilakukan oleh dinas kesehatan dan sosialisasinya itu harus semua dilakukan menyeluruh di masyarakat," kata Iwan.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Kota Bogor ini mengatakan pandemi Covid-19 meluluhlantakkan kondisi tubuh masyarakat. Ibarat dalam peperangan, setelah habis berperang, dibutuhkan pemulihan yang cukup lama dan harus ditata ulang.

"Di sisi lain, kita lemah di edukasi dan sosialisasi terkait seluruh permasalahan kesehatan. Jadi harus gencar kembali dan ini juga harus melibatkan kader-kader di tingkat kelurahan atau desa," tuturnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved