Cerita Bupati Anne soal Gugatan Cerai pada Dedi Mulyadi: Mohon Doa Terbaik

Ambu Anne, begitu Anne biasa disapa, mengaku semua itu ia lakukan untuk kepentingan diri dan keluarga.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Ravianto
Instagram @anneratna82
Postingan terakhir kebersamaan Bupati Anne dan suami sebelum gugat cerai 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, akhirnya buka suara terkait gugatan cerai terhadap suaminya, Dedi Mulyadi, yang juga anggota DPR.

Ambu Anne, begitu Anne biasa disapa, mengaku semua itu ia lakukan untuk kepentingan diri dan keluarga.

"Mohon doakan yang terbaik. Hasilnya juga terbaik untuk semuanya," tutur Ambu Anne saat ditemui di rumah dinasnya, di Jalan Ganda Negara, Nagri Kidul, Kabupaten Purwakarta, Kamis (22/9).

Ambu Anne juga meminta masyarakat untuk selalu mendoakan yang terbaik agar ia bisa tetap melayani warga Purwakarta jelang massa jabatan sebagai Bupati berakhir pada tahun depan.

"Mohon maaf bila ada teman-teman yang merasa terganggu, saya yakin semuanya hasilnya baik, mohon doanya, doain yang terbaik," ucapnya.

Anne mengatakan, sekalipun hari-hari ini ia tengah memiliki masalah keluarga, ia tetap ingin melakukan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Purwakarta.

Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi, postingan terakhir dengan suami jadi sorotan
Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi, postingan terakhir dengan suami jadi sorotan (Kolase Instagram)

"Tadi saya bersilatuhrami ke dua desa, bertemu dengan masyarakat seperti biasa dan berjalan lancar. Aktivitas lancar sesuai agenda," ujar Ambu.

Dalam kesempatan, kemarin, Ambu juga sempat bercerita tentang putri bungsunya, Nyi Hyang yang sedang lucu-lucunya.

"Tadi pagi sekolah, ceria, lucu, dan sehat. Makin ke sini makin menggemaskan. Pagi sama saya, siangnya dengan ayahnya bermain," ujar Ambu.

Baca juga: Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Bupati Anne Akhirnya Buka Suara, Ternyata Datang Sendiri Daftarkan Gugatan

Ambu Anne resmi mendaftarkan gugatan cerainya ke Pengadilan Agama (PA) Purwakarta, Senin (19/9).  Humas PA Purwakarta, Asep Kustiwa, mengonfirmasi hal itu, Rabu (21/9). Gugatan cerai Bupati, ujar Asep, terdaftar dengan nomor 1662/Pdt.G/2022/PA.Pwk tertanggal 19 September 2022.

"Penggugat atas nama Hj Anne Ratna Mustika yang melawan tergugat atas nama H Dedi Mulyadi. Untuk sidang pertama dijadwalkan pada Rabu, 05 Oktober 2022," ujar Asep saat ditemui Tribun di PA Purwakarta.

Asep mengatakan, Ambu Anne datang langsung ke PA Purwakarta saat mendaftarkan gugatannya. 

"Ibu Bupati melakukan pendaftaran gugatan cerai melalui e-court dan dibantu oleh petugas di sini," ucapnya.

Asep tak bersedia memberikan informasi terkait alasan Ambu Anne menggugat cerai Kang Dedi. "Untuk alasan gugatan cerai yang dilakukan oleh ibu Bupati belum bisa kami sampaikan, itu akan diberikan oleh majelis hakim saat sidang nanti," ujar Asep.

Ketua MUI Purwakarta, KH Jhon Dien, mengatakan perceraian adalah ranah pribadi yang tentu saja harus dihormati. Setiap orang, ujar KH John Dien,  mempunyai dunianya sendiri. 

"Itu harus kita hormati. Tak ada orang yang ingin berpisah. Tak ada orang yang ingin bercerai," ujarnya saat dihubungi Tribun, Rabu (21/9).

Meski perceraian diperbolehkan dalam Islam, ujar KH Jhon Dien, perceraian adalah pilihan terakhir jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan pernikahan. "Langkah-langkah tertentu perlu diambil untuk memastikan bahwa semua opsi telah habis dan kedua pihak diperlakukan dengan hormat dan adil. Tapi, perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai," ujarnya.

KH Jhon Dien mengatakan, perkawinan merupakan lembaga sakral yang harus dijaga dan dihormati. Karena sakral dan sucinya hubungan perkawinan ini pula, maka berbagai cara harus ditempuh untuk menyelamatkan sakralitas dan keutuhannya.

"Perceraian merupakan solusi terakhir sebagai pintu darurat yang boleh ditempuh ketika bahtera rumah tangga tidak dapat lagi dipertahankan keutuhan dan kesinambungannya. Sifatnya sebagai alternatif terakhir," ujarnya. 

Sejauh ini, belum ada pernyataan apapun dari Dedi Mulyadi terkait gugatan cerai istrinya. Ditemui di kafe Stasiun Kopi Purwakarta, semalam, Kang Dedi hanya tersenyum menyapa sejumlah wartawan yang menunggunya.

Seperti sudah tahu apa yang ingin ditanyakan wartawan, Kang Dedi lantas memberikan peryataan singkat. "Belun ingin berkomentar," ujarnya.(deanza falevi/nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved