Cerita Bupati Anne soal Gugatan Cerai pada Dedi Mulyadi: Mohon Doa Terbaik

Ambu Anne, begitu Anne biasa disapa, mengaku semua itu ia lakukan untuk kepentingan diri dan keluarga.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Ravianto
Instagram @anneratna82
Postingan terakhir kebersamaan Bupati Anne dan suami sebelum gugat cerai 

Ketua MUI Purwakarta, KH Jhon Dien, mengatakan perceraian adalah ranah pribadi yang tentu saja harus dihormati. Setiap orang, ujar KH John Dien,  mempunyai dunianya sendiri. 

"Itu harus kita hormati. Tak ada orang yang ingin berpisah. Tak ada orang yang ingin bercerai," ujarnya saat dihubungi Tribun, Rabu (21/9).

Meski perceraian diperbolehkan dalam Islam, ujar KH Jhon Dien, perceraian adalah pilihan terakhir jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan pernikahan. "Langkah-langkah tertentu perlu diambil untuk memastikan bahwa semua opsi telah habis dan kedua pihak diperlakukan dengan hormat dan adil. Tapi, perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai," ujarnya.

KH Jhon Dien mengatakan, perkawinan merupakan lembaga sakral yang harus dijaga dan dihormati. Karena sakral dan sucinya hubungan perkawinan ini pula, maka berbagai cara harus ditempuh untuk menyelamatkan sakralitas dan keutuhannya.

"Perceraian merupakan solusi terakhir sebagai pintu darurat yang boleh ditempuh ketika bahtera rumah tangga tidak dapat lagi dipertahankan keutuhan dan kesinambungannya. Sifatnya sebagai alternatif terakhir," ujarnya. 

Sejauh ini, belum ada pernyataan apapun dari Dedi Mulyadi terkait gugatan cerai istrinya. Ditemui di kafe Stasiun Kopi Purwakarta, semalam, Kang Dedi hanya tersenyum menyapa sejumlah wartawan yang menunggunya.

Seperti sudah tahu apa yang ingin ditanyakan wartawan, Kang Dedi lantas memberikan peryataan singkat. "Belun ingin berkomentar," ujarnya.(deanza falevi/nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved