Sidang Ade Yasin

Ade Yasin Divonis 4 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Kita Banding! Yakin Terdakwa Tidak Bersalah

Dinalara Butarbutar, kuasa hukum Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, menyatakan banding atas vonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim, terhadap kliennya

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURRAHMAN
Sidang vonis terhadap Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Jumat (23/9/2022). Dinalara Butarbutar, kuasa hukum Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, menyatakan banding atas vonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim, terhadap kliennya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinalara Butarbutar, kuasa hukum Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin, menyatakan banding atas vonis empat tahun kurungan penjara oleh majelis hakim, terhadap kliennya.

Sejak awal, Dinalara tegas menyatakan bakal menempuh upaya hukum lain jika kliennya dihukum, meski satu hari.

"Sudah pasti kita ajukan banding, sejak awal sudah saya sampaikan, terdakwa dihukum satu hari pun kami akan tetap melakukan pembelaan upaya hukum, karena terdakwa tidak bersalah," ujar Dinalara, seusai sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung Jumat (23/9/2022).

Dinalara tetap pada pernyataannya bahwa Ade Yasin tidak bersalah.

Ia menyebut majelis hakim mengesampingkan fakta persidangan.

"Sebanyak 39 saksi dengan dua saksi ahli, sama sekali tidak jadi pertimbangan. Kami kecewa sekali, tidak ada satu saksi pun yang mengatakan keterlibatan Ibu Ade," katanya.

Baca juga: Sempat Ricuh, Hakim Tinggalkan Ruangan Sebelum Menutup Sidang Ade Yasin, Kuasa Hukum Bakal Banding

Bahkan, Ia memastikan selama persidangan tidak ada satu alat bukti pun yang dimiliki jaksa untuk membuktikan keterlibatan Ade Yasin.

Sebab, kata dia, Ade Yasin tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT), tapi dijemput di kediaman untuk dimintai keterangan atas penangkapan beberapa pegawai Pemkab Bogor.

"Karena memang faktanya terdakwa dibawa untuk dimintai keterangan dan tidak sedang melakukan tindak pidana. Penjemputan yang dilakukan kepada terdakwa tertanggal 27 April 2022 dinihari pukul 03.00 WIB di kediamannya hanya untuk dimintai keterangan," ucapnya.

Ia pun menyebut bahwa dakwaan Jaksa terkait adanya pengondisian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Bogor agar meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Jabar juga terpatahkan oleh keterangan para saksi yang dihadirkan selama persidangan.

Sebelumnya, Majelis hakim memvonis Bupati Bogor nonaktif Ade Yasin dengan kurungan penjara 4 tahun penjara.

Vonis tersebut lebih tinggi dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hanya menuntut tiga tahun penjara.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Ade Yasin telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," ujar Hera Kartiningsih.

Baca juga: SOSOK Ade Yasin Bupati Bogor Nonaktif, Dulu Pengacara, Kini Divonis 4 Tahun Penjara Terbukti Korupsi

"Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 4 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara," tambahnya.

Tak hanya kurungan badan, majelis hakim pun mencabut hak politik Ade Yasin selama lima tahun. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved