Narkotika hingga Obat-obatan Terlarang Hasil Tindak Pidana di Cimahi Dimusnahkan

Sejumlah barang bukti hasil tindak pidana umum seperti narkotika, minuman keras, hingga obat-obatan terlarang dimusnahkan Kejari Kota Cimahi.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kejari Kota Cimahi saat melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana, Kamis (22/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Sejumlah barang bukti hasil tindak pidana umum seperti narkotika, minuman keras, hingga obat-obatan terlarang dimusnahkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi di halaman kantor, Kamis (22/9/2022).

Untuk narkotika jenis ganja, sabu-sabu, tembakau sintetis, dan barang-barang lain yang diamankan dari tersangka dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sedangkan untuk barang bukti jenis obat-obatan terlarang dimusnahkan menggunakan blender.

Kepala Kejari Cimahi, Rosalina Sidabariba, mengatakan, untuk barang bukti ganja yang dimusnahkan sebanyak 2.506 gram, tembakau sintetis siap edar 142 gram, dan sabu-sabu sebanyak 199,5 gram.

"Selain itu barang bukti yang kami musnahkam yakni 395 botol minuman keras, serta 3.378 butir obat terlarang seperti Exymer, Trihexyphenydil, Alprazolam, Tramadol, dan jenis lainnya," ujar Rosalina saat ditemui seusai pemusnahan di Kantor Kejari Cimahi, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: Pejabat BPN Cimahi yang Pungli Penerbitan Sertifikat Tanah Bakal Segera Disidang

Rosalina mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan hasil dari perkara yang ditangani sejak Maret hingga September 2022 dan perkara juga sudah inkrah atau memiliki keputusan tetap di pengadilan.

Atas hal tersebut, kata Rosalina, nantinya tidak akan ada lagi upaya hukum lanjutan sehingga semua barang bukti ini benar-benar sudah final untuk dilaksanakan pemusnahan.

"Pemusnahannya kita bakar dan juga yang diblender lalu semua barang bukti itu kita buang semuanya," katanya.

Rosalina mengatakan, perkara yang paling banyak yang ditangani yakni peredaran narkotika jenis ganja dan obat-obatan terlarang.

Baca juga: Wali Kota Cimahi Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Kendaraan Dinas, Tapi Akan Dibahas Dulu

Namun, dia tidak memerinci berapa jumlah terpidana untuk perkara tersebut. 

"Jumlah terpidananya juga cukup banyak, kemudian hukuman sesuai pasal yang dikenakan,"  ucap Rosalina.

Sejauh ini, pihaknya juga memastikan tidak ada terpidana yang berkaitan dengan jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas) dalam peredaran narkotika ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved