Kasus KDRT yang Menimpa Ibu Muda di Pangandaran Berakhir Islah, Korban Minta Langsung Diceraikan

Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada ibu muda di Pangandaran berakhir islah. Ibu muda yang menjadi korban KDRT ini bernama Mintarsih.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tribun Jabar/Padna
Kapolsek Kalipucang, Iptu Iman Sudirman, menjelaskan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada ibu muda di Pangandaran berakhir islah. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada ibu muda di Pangandaran berakhir islah.

Ibu muda yang menjadi korban KDRT ini bernama Mintarsih (26).

Dia mengalami KDRT saat berada di rumah orang tuanya di Blok Selaawi, Dusun Ciawitali RT 03/04, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jumat (16/9/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.

Mintarsih yang beranak dua ini menjadi korban KDRT yang dilakukan DMS (40). 

Karena sering terjadi korban KDRT dalam menjalani rumah tangganya, Mintarsih memilih pisah ranjang dan meminta dicerai. 

Seusai sempat pisah ranjang sekitar tiga bulan, DMS beberapa kali mendatangi Mintarsih. Dia meminta istrinya pulang.

Baca juga: Hujan Deras Semalaman, Tebing Setinggi 10 Meter di Pangandaran Longsor, Tutup Jalan Penghubung

Namun, karena Mintarsih terus menolak ajakannya, akhirnya DMS melakukan KDRT kepada Mintarsih

Kapolsek Kalipucang, Iptu Iman Sudirman, menyampaikan, kasus KDRT yang menimpa korban Mintarsih sebenarnya merupakan delik aduan.

"Yang mana, ketika ada laporan, dapat diproses atau dilanjutkan dan apabila ingin diselesaikan mungkin juga bisa dicabut," ujar Iman saat ditemui Tribunjabar.id di kantornya, Kamis (22/9/2022).  

Baca juga: Sungai Cijalu Meluap hingga Merendam Badan Jalan di Pangandaran, Kendaraan Sulit Melintas

Dalam kasus KDRT ini, pihaknya menjadi mediator untuk memediasi kedua belah pihak yang diselesaikan secara kekeluargaan.

Kedua belah pihak sudah sepakat, bahkan sudah membuat surat kesepakatan bersama yang dimediasi oleh Polsek Kalipucang.

"Sesuai hasil kesepakatan, kedua belah pihak sudah islah dan menyepakati sesuai dengan yang dituangkan dalam surat kesepakatan ini. Salah satu isi kesepakatan di sini, si istrinya menginginkan cerai dan termasuk biaya perceraian ditanggung oleh si suaminya," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved