Ibu Muda di Pangandaran Jadi Korban KDRT Berujung Perceraian, Seperti Ini Nasib Kedua Putri Kecilnya

Apa yang terjadi di Pangandaran, tak hanya seorang Ibu yang menjadi korban akibat peristiwa KDRT yang berujung penceraian, anak juga ikut jadi korban

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Apa yang terjadi di Pangandaran, tak hanya seorang Ibu yang menjadi korban akibat peristiwa KDRT yang berujung penceraian, anak yang masih kecil juga ikut jadi korban. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Tentunya tidak sedikit anak yang menjadi korban perceraian dari kedua orang tuanya.

Dan yang terjadi di Pangandaran, bukan hanya seorang Ibu yang menjadi korban, akibat peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung penceraian, anak juga ikut menjadi korban.

Seperti halnya, dialami seorang ibu muda bernama Mintarsih (26) yang mengalami KDRT saat berada di rumah milik orang tuanya di Blok Selaawi, Dusun Ciawitali RT 3/4, Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, pada Jum'at (16/9/2022) sekitar pukul 18:30 WIB.

Setelah menjadi korban KDRT, Ia memilih bercerai dengan suaminya dan merawat kedua putrinya yang masih berusia 5 dan 7 tahun.

Kedua putrinya pun yang masih kecil, dan polos itu harus menjalani kehidupannya tanpa adanya kelengkapan dan keharmonisan kedua orang tuanya.

Pantauan Tribunjabar.id, terlihat kedua putri korban kebingungan saat melihat kedua orang tuanya menandatangani perjanjian kesepakatan atas peristiwa KDRT yang menimpa ibunya di kantor Polsek Kalipucang, Kamis (22/9/2022).

Satu isi dari surat perjanjian kesepakatan diantaranya, si ibu muda tersebut menginginkan cerai dengan suaminya yang melakukan KDRT.

Satu keluarga korban, Aman Taryana menyampaikan, sebenarnya pihaknya tidak mau kedua putri Mintarsih menjadi korban akibat peristiwa KDRT ini.

Meskipun, memang ada efek atau dampak terhadap kedua anaknya.

"Makanya, anak itu bebas. Mau dibawa kesana (ayahnya) atau ikut ibunya itu bebas. Kita, tidak ingin mempermasalahkan soal anak," ujar Yana saat ditemui Tribunjabar.id di kantor Polsek Kalipucang, Kamis (22/9/2022) siang.

Kemudian, Ia memberikan pesan untuk DMS (40) (suami Mintarsih) untuk tidak mengulang kembali peristiwa KDRT yang dialami Mintarsih.

"Mau berumah tangga dengan siapapun, tolong lah jangan terulang lagi. Karena, kami yakin keluarga kang DMS orang baik," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved