Ambu Anne Gugat Cerai Kang Deddy, Terdaftar di Pengadilan Agama Purwakarta pada 19 September 2022

Humas Pengadilan Agama (PA) Purwakarta, Asep Kustiwa, mengonfirmasi hal itu, Rabu (21/9).

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Ravianto
Instagram @anneratna82
Postingan terakhir kebersamaan Bupati Anne dan suami sebelum gugat cerai 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, resmi menggunggat cerai suaminya, Dedi Mulyadi, yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI. 

Humas Pengadilan Agama (PA) Purwakarta, Asep Kustiwa, mengonfirmasi hal itu, Rabu (21/9).

Gugatan cerai Bupati, yang akrab disapa Ambu Anne itu, ujarnya, terdaftar di Pengadilan Agama Purwakarta dengan nomor 1662/Pdt.G/2022/PA.Pwk tertanggal 19 September 2022.

"Penggugat atas nama Hj Anne Ratna Mustika yang melawan tergugat atas nama H Dedi Mulyadi. Untuk sidang pertama dijadwalkan pada Rabu, 05 Oktober 2022," ujar Asep saat ditemui Tribun di PA Purwakarta.

Asep mengatakan, Ambu Anne datang langsung ke PA Purwakarta saat mendaftarkan gugatannya.

"Ibu Bupati melakukan pendaftaran gugatan cerai melalui e-court dan dibantu oleh petugas di sini," ucapnya.

Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi, postingan terakhir dengan suami jadi sorotan
Bupati Anne gugat cerai Dedi Mulyadi, postingan terakhir dengan suami jadi sorotan (Kolase Instagram)

Asep tak bersedia memberikan informasi terkait alasan Ambu Anne menggugat cerai Kang Dedi. "Untuk alasan gugatan cerai yang dilakukan oleh ibu Bupati belum bisa kami sampaikan, itu akan diberikan oleh majelis hakim saat sidang nanti," ujar Asep.

Ketua MUI Purwakarta, KH Jhon Dien  meminta masyarakat menghormati ranah pribadi Anne Ratna Mustika yang mengajukan gugatan cerai pada Dedi Mulyadi.

Ia mengatakan, setiap orang mempunyai dunianya sendiri.

Baca juga: SOSOK Anne Ratna Mustika yang Gugat Cerai Dedi Mulyadi, Dia Perempuan Bupati Pertama di Purwakarta

"Itu harus kita hormati. Tak ada orang yang ingin berpisah. Tak ada orang yang ingin bercerai. Tentu ada sebabnya," ujarnya saat dihubungi Tribun Jabar kemarin.

KH Jhon Dien mengatakan, perceraian adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam Islam.

"Perceraian diperbolehkan dalam Islam sebagai pilihan terakhir jika tidak memungkinkan untuk melanjutkan pernikahan. Langkah-langkah tertentu perlu diambil untuk memastikan bahwa semua opsi telah habis dan kedua pihak diperlakukan dengan hormat dan adil. Tapi, perbuatan halal yang paling dibenci Allah ialah cerai," ujarnya.

KH Jhon Dien mengatakan, perkawinan merupakan lembaga sakral yang harus dijaga dan dihormati.

Karena sakral dan sucinya hubungan perkawinan ini pula, maka berbagai cara harus ditempuh untuk menyelamatkan sakralitas dan keutuhannya.

"Perceraian merupakan solusi terakhir sebagai pintu darurat yang boleh ditempuh ketika bahtera rumah tangga tidak dapat lagi dipertahankan keutuhan dan kesinambungannya. Sifatnya sebagai alternatif terakhir," ujarnya. (deanza falevi/nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved