Uang BLT Disunat

Polisi Akhirnya Turun Tangan, Selidiki Kasus Dugaan Pungli BLT di Kelurahan Talun

Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Sumedang telah mengundang sejumlah pihak untuk dimintai keterangan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana mengatakan bahwa Kepolisian Resor Sumedang hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan potongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM untuk dibelikan kupon gerak jalan 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kepolisian Resor Sumedang hingga kini masih melakukan penyelidikan kasus dugaan potongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM untuk dibelikan kupon gerak jalan oleh Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

"Kita masih penyelidikan," kata Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana saat dihubungi TribunJabar.id, Rabu (21/9/2022). 

Dedi menyebutkan, Unit tindak pidana korupsi (Tipikor) Reskrim Polres Sumedang telah mengundang sejumlah pihak untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan potongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM untuk dibelikan kupon gerak jalan.

"Untuk pendalaman, sejumlah pihak sudah dipanggil ke Mapolres Sumedang untuk dimintai keterangan, termasuk aparatur pemerintahan kelurahan Talun, Ketua RT/RW, " ucap Dedi. 

Diberitakan sebelumnya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara  diarahkan untuk membeli kupon gerak jalan dalam acara HUT Kelurahan Talun. 

Harga kupon tersebut dibanderol Rp3 ribu per lembar, dan warga diminta untuk membeli 5 lembar pada saat mengantre pencairan uang BLT.

Lurah Talun, Rinyy Mulyati menampik Kelurahan menjual tiket kepada penerima BLT.

Dia mengatakan bahwa betul kelurahan menjual tiket, tetapi dititipkan ke Ketua RT dan Ketua RW. 

"Itu tidak ada pemotongan, pemaksaan, pihak kelurahan menjual kupon yang dititipkan ke RT/RW untuk Milangkala kelurahan."

"Enggak ada itu (penggiringan) BLT ke kupon. Kami bilang silakan kalau mau beli kupon untuk mensukseskan," kata Rinny kepada TribunJabar.id, Minggu (18/9/2022). 

Menurut Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumedang, dugaan tersebut benar dilakukan Kelurahan Talun.

Maka hal itu telah melanggar aturan Dirjen Pemberdayaan Sosial nomor 158/2022 bahwa BLT BBM hanyalah untuk kebutuhan pokok. (Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved