Oknum Pamong Desa di Kuningan Diduga Selewengkan Dana Bantuan Pangan, Ini Caranya

Dugaan penyelewengan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BNPT) terjadi di Kuningan, Jawa Barat.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
Istimewa/warga
Ilustrasi makanan Bantuan Pangan non Tunai (BPNT). Dugaan penyelewengan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kasus dugaan penyelewengan dana BNPT ini disebut dilakukan oknum pamong desa Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, JJ. 

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Dugaan penyelewengan dana Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kasus dugaan penyelewengan dana BNPT ini disebut dilakukan oknum pamong desa Desa Kalimanggis Kulon, Kecamatan Kalimanggis, JJ.

Petugas kepolisian mulai angkat bicara.

"Untuk kasus penyelewengan BPNT yang dilakukan oknum pamong desa sudah berjalan," kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Muhammad Hafid Firmansyah saat memberikan kepada wartawan di Mapolres setempat, Selasa (20/9/2022).

Kasus dugaan penyelewengan hampir empat bulan itu sudah ditangani pihak kepolisian pada bulan Mei 2022 lalu.

"Proses penanganan yang dilakukan sudah selesai  dari mulai pemanggilan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti dan juga pemanggilan terlapor. Hasil dari penyelidikan kami kemudian dilimpahkan ke Inspektorat Kuningan," ujarnya.

Baca juga: FAKTA Terkini Sunat BLT di Sumedang, 4 Syarat Wajib Warga Jika Ingin Cairkan BLT, Termasuk Lunas PBB

Terpisah Kepala Inspektorat Kuningan, Deniawan, membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian terhadap kasus adanya dugaan penyelewengan dana Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) tersebut.

"Kronologis yang disampaikan oleh pihak kepolisan adalah adanya laporan dari warga  bahwa adanya dugaan penyelewengan dana BPNT yang dilakukan salah seorang perangkat desa dengan modus oknum perangkat desa tersebut memegang kartu ATM salah seorang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atas nama Yana Suryana sejak tahun 2020," katanya.

Akan tetapi, masih kata Deniawan menyebut untuk KPM atas nama Yana Suryana ini ternyata telah pindah rumah dan bukan lagi warga Desa Kalimanggis Kulon.

"Hanya saja, dalam laporan yang diterima tindakan oknum perangkat desa ini tidak dibenarkan yang menjadi laporan warga. Hingga saat ini kami masih melakukan kajian terhadap kasus tersebut," katanya.

Deni menambahkan, kajian terhadap kasus BPNT Desa Kalimanggis Kulon ini masih terus berproses, sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan secara gamblang atas kasus yang sedang berjalan ini.

"Nantinya bersama pihak kepolisian kami pun akan melakukan kajian kembali akan seperti apa sanksi yang diterapkan," ujar Deni. (Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved