Nyaris Kewalahan Lawan Vandalisme, Pemkot Bandung Ajak Pemuda Salurkan Bakat di Youth Space

Makin maraknya vandalisme di Kota Bandung membuat Pemkot Bandung nyaris kewalahan karena setelah dibersihkan sehari kemudian kembali marak.

Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
TRIBUNJABAR.ID/KEMAL SETIA PERMANA
Foto ilustrasi: Sejumlah pekerja mengecat ulang tembok akibat adanya vandalisme di Jalan Siliwangi, Kota Bandung, Kamis (30/09/2021). Makin maraknya vandalisme di Kota Bandung membuat Pemkot Bandung nyaris kewalahan karena setelah dibersihkan sehari kemudian kembali marak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Makin maraknya vandalisme di Kota Bandung membuat Pemkot Bandung nyaris kewalahan karena setelah dibersihkan sehari kemudian kembali marak.

Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung, Syukur Sabar, mengatakan, untuk mengatasi vandalisme, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama aparat kewilayahan akan menertibkan. 

"Beragam upaya telah dilakukan mulai dari tahap preventif hingga punishment," ujar Syukur di acara Bandung Menjawab, Rabu (21/9/2022).

Baca juga: Vandalisme di Braga CityWalk Timbulkan Pro dan Kontra, Pengunjung: Tidak Apa yang Penting Estetik

"Pengawasan sudah diarahkan oleh Pak Asisten bersama RW, linmas, kelurahan, kecamatan, polsek, dan koramil untuk bersama-sama menjaga agar fasilitas yang sudah dicat ulang tidak menjadi kanvas baru vandalisme."

Menurut Syukur, solusi konkret yang telah dijalankan sampai saat ini adalah berkoordinasi dengan pemilik toko yang melakukan pengecatan sendiri atau dibantu dari Pemkot Bandung

Biasanya vandalisme terjadi pada pukul 02.00-04.00 WIB dini hari.

Menurut Syukur, pelakunya kebanyakan anak muda yang diduga berasal dari komunitas tertentu.

"Ada yang suka bikin coretan bentuk tulisan, ada juga yang gambar kartun. Ini kami duga berasal dari komunitas tertentu," ungkapnya.

Menurutnya, pihak kewilayahan sering berkeliling untuk mencegah terjadinya vandalisme, tapi belum ada yang tertangkap.

"Jika tertangkap, sanksinya akan diterapkan oleh Satpol PP. Kalau terjadi pelaporan, bisa kita ambil buktinya dari CCTV sekitar," ucapnya.

Syukur mengimbau agar para pemuda menyalurkan bakatnya dengan kegiatan positif.

Bisa melalui komunitas-komunitas yang baik untuk membangun diskusi dan pengembangan bakat.

"Mereka bisa bergabung di Karang Taruna, KNPI, atau bisa mengaktivasi youth space di wilayah masing-masing."

"Mereka bisa berlatih dan berdiskusi di sana," imbaunya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved