Ketika Rocky Gerung dan Luhut Ngobrol Bareng Bahas Indonesia Pasca 2024, dari Dungu sampai Kritik

Rocky Gerung duduk satu meja, mengobrol Indonesia pasca-2024 di channel Youtube Rocky Gerung, RGTV yang tayang Senin (19/9/2022).

Editor: Ravianto
Kolase
Rocky Gerung dan Presiden Jokowi. Rocky Gerung duduk satu meja dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mengobrolkan Indonesia pasca-2024 di channel Youtube Rocky Gerung, RGTV yang tayang Senin (19/9/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Rocky Gerung dikenal sebagai pengkritik pemerintah yang sangat tajam.

Tak jarang dia melontarkan sebutan dungu mengenai pemerintah.

Beberapa waktu yang lalu, Rocky Gerung duduk satu meja dengan Luhut Binsar Pandjaitan, mengobrolkan Indonesia pasca-2024 di channel Youtube Rocky Gerung, RGTV yang tayang Senin (19/9/2022).

Dalam obrolan itu, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal Rocky Gerung yang kerap menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebutan dungu.

Luhut mengakui, sebutan dungu yang dilontarkan Rocky Gerung kepada Presiden Jokowi sebagai hal yang menyakitkan.

Namun, demikian, kata Luhut, apa yang dilontarkan Rocky Gerung, ia sebut sebagai bagian kritik yang harus diterima.

Hal itu juga sebagai bukti bahwa saat ini tidak ada kebebasan berpendapat yang dikekang sebagaimana dituduhkan sebagian orang.

Hal itu disampaikan Luhut saat diwawancarai Rocky Gerung di channel Youtube-nya, RGTV channel ID yang tayang Senin (19/9/2022).

"Anda bisa ngritik saya. Rocky kritik Presiden juga, bilang dungu bilang apa, nggak ada masalah."

Baca juga: Jalan Anies Baswedan Jadi Presiden Terganjal, Rocky Gerung Buka-bukaan Makna Reshuffle dan Pilpres

Baca juga: Rocky Gerung Sebut Calon Independen Dibutuhkan di Pilpres 2024

"Walaupun terus terang itu menyakitkan. Tapi ya sudah. Jadi ayo ke depan kita bangun bangsa ke depan dengan spirit kebersamaan," kata Luhut. 

Dikatakan Luhut, kritik yang dilontarkan ke pemerintah adalah hal wajar.

Mengingat dalam lingkup yang kecil, misalnya keluarga, perbedaan pandangan pun terjadi.

Hanya saja, Luhut mengimbau agar kritik disampaikan dengan lebih santun.

"Bahwa perbedaan pendapat itu harus ada karena kita di keluarga saja ada kan (beda pendapat). Tapi yang ingin saya himbau pada masyarakat, kita semua, apakah menamakan oposisi atau masyarakat, marilah kita berbeda pendapat dalam konteks yang lebih santun. Itu aja," kata Luhut. 

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved