FAKTA-fakta Penyaluran BLT di Talun Sumedang, Harus Beli Kupon Gerak Jalan hingga Bukti Lunas PBB

Penyebaran kupon gerak jalan pada para penerima BLT BBM di Kelurahan Talun, Kabupaten Sumedang, berbuntut panjang

Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Penyebaran kupon gerak jalan pada para penerima bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, berbuntut panjang.
Kemarin, fakta baru terungkap. Warga penerima BLT ternyata juga diminta menunjukkan bukti lunas Pajak Bumi Bangunan (PBB) agar bisa mencairkan BLT.

BN, tokoh masyarakat di Kelurahan Talun, mengaku banyak menerima keluhan warga tentang potongan uang BLT bertajuk pembelian kupon gerak jalan tersebut.

"Ada laporan dari warga yang merasa dipermalukan ketika mengantre BLT karena ditanya sudah lunas PBB atau belum. Berdasarkan laporan yang diterima, warga diwajibkan membawa KTP, surat keterangan vaksin, dan surat lunas PBB, dan uang membeli kupon jika mau BLT cair," kata BN kepada Tribun Jabar saat ditemui di Tegalkalong, Sumedang, Selasa (20/9/2022).

Dia mengatakan, persoalan pemotongan BLT ini terjadi karena para ketua RT merasa terbebani harus menjual banyak kupon kepada warga.

Maka, ketika target penjualan tak tercapai, para ketua RT bersiasat menjual kupon kepada warga penerima BLT.

"Memang, sebelum BLT turun sudah ada penjualan kupon. Tampaknya, kupon yang terjual masih jauh dari target sehingga penerima BLT menjadi sasaran," katanya.

Namun, apapun alasannya, kata BN, hal ini seharusnya tidak terjadi karena BLT haruslah diterima secara utuh dan penerimanya tidak digiring untuk membeli selain bahan pokok.

"Pemerintah kabupaten berkewajiban memberikan penyuluhan hukum kepada perangkat desa dan RW sampai RT agar BLT tidak diselewengkan," katanya.

Baca juga: Kasus Sunat BLT di Sumedang, Ada Warga Diminta Tunjukkan Bukti Bayar PBB Jika Ingin BLT Cair

Dugaan pemotongan BLT di Kelurahan Talun terungkap menyusul keluhan warga yang mereka ungkapkan kepada wartawan. Sejumlah warga Talun, penerima BLT, mengaku keberatan dengan pemaksaan ini.

"Saya diminta Rp 15 ribu ketika mengantre untuk mendapatkan BLT itu," kata Hari Suryadi (40), warga Talun.

Hari mengatakan, gerak jalan yang digelar, Minggu (18/9) itu dilakukan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved