Sudah Empat Kepala Sekolah Ajukan Perbaikan untuk SDN Sukagalih II di Cianjur, Masih Rusak Parah

Sudah empat kepala sekolah mengajukan perbaikan untuk tiga ruang kelas SDN Sukagalih II di Cianjur yang rusak parah

istimewa/ info takokak
tiga ruang kelas SDN Sukagalih II, di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, yang kondisinya rusak parah. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ternyata sudah empat kepala sekolah mengajukan perbaikan untuk tiga ruang kelas SDN Sukagalih II, di Desa Sukagalih, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur, yang kondisinya rusak parah.

Wakil Kepala SDN Sukagalih II, Dedi Hindarsyah mengatakan, tiga ruang kelas tersebut rusak sejak tahun 2017. Saat ini yang tersisa tinggal tiga ruang kelas, yang dimaksimalkan untuk semua murid yang berjumlah sekitar 170.

“Tiga tahun lebih dari 2018, yang tersisa tiga ruang kelas. Saat ini pembelajaran dibagi dua shift, pagi dari jam 07.00 WIB hingga jam 10.00 WIB, dari jam 10.00 hingga jam 13.00,” katanya, saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (20/9/2022).

Dedi mengatakan, tiga ruang kelas itu rusaknya sudah sangat parah, sudah harus dirobohkan.

“Sangat khawatir juga anak main ke sana, takutnya ambruk. Makannya selama ini anak di larang untuk masuk atau bermain di ruang kelas yang rusak itu,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pengajuan perbaikan tiga ruang kelas yang rusak sudah sering dilakukan. Bahkan, sudah empat kali pergantian kepala sekolah, namun belum juga ada respon dari pihak terkait.

“Untuk pengajuan, sudah beberapa kali, sudah empat kali pergantian kepala sekolah, dan masing-masing kepala sekolah sudah mengajukan. Bahkan waktu Kepala Sekolah pak Sudayat sudah dilihat sama Kabid dan bagian Sarana, tapi belum ada realisasi,” katanya.

Baca juga: VIRAL Video Murid SD Didatangi Gurunya ke Rumah karena Lama Tak Masuk Sekolah, Alasannya Bikin Haru

Adanya tiga ruang kelas yang rusak berat, Dedi mengeluhkan tidak efektifnya kegiatan pembelajaran.

“Yang kamu keluhkan, pertama untuk belajar anak tidak efektif, anak-anak di dua sif itu. Yang ke dua memang guru pun untuk mengajar anak harus mencapai target,” katanya.

Menurutnya, pihaknya berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai target, tapi tetap saja sulit kalau waktunya dibagi dua shift tersebut. Itu yang menjadi kendala.

“Selanjutnya kendala dari orangtua juga. Sekarang kan musim hujan, jadi jam 12 siang di daerah kami sudah turun hujan, anak-anak kan biasa pulang jam 13.00 WIB, mereka selalu kehujanan, dan banyak yang sakit,” katanya.

Dedi berharap kepada pihak pemerintah melalui dinas terkait, agar segera ada rehabilitasi untuk tiga ruang tersebut.

“Kami pun mengajukan satu ruang kemarin melalui Kapuspindik, katanya realisasinya isinya Allah 2023. Tapi sampai sekarang belum ada,” katanya.

Baca juga: Kayu Atap Patah, Kantor Guru SDN Jayanti 3 Sukabumi Ambruk Usai Diguyur Hujan

“Intinya kami mengharapkan sekali kepada pihak pemerintah, khususnya pemerintah daerah untuk adanya rehabilitasi ketiga ruang kelas tersebut,” tambahnya.(fam)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved