Pertahankan Titel Daerah dengan Makanan Terbaik, Pengusaha Makanan di Jabar Mantapkan Sertifikasi

Jawa Barat kian menempatkan diri sebagai daerah dengan makanan dan minuman terbaik di Indonesia

Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Pre-Event Road to Training Food Safety - International Certification & Empowering End-To-End Digital Solution di Grand Hotel Preanger Bandung, Senin (19/9). 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Provinsi Jawa Barat kian menempatkan diri sebagai daerah dengan makanan dan minuman terbaik di Indonesia. Pelaku usaha makanan dan minuman di Jawa Barat pun terus melangkah memperoleh berbagai sertifikasi, di antaranya untuk kian menjamin keamanan makanan dan digitalisasi.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, mengatakan para pelaku kuliner atau usaha makanan dan minuman di Jawa Barat harus terus mempertahankan dan meningkatkan gelar sebagai daerah terdepan di bidang kuliner di Indonesia.

"Bandung menjadi yang terdepan secara nasional. Segera teruskan berbagai program di bidang kuliner supaya Jabar menjadi ibukota, jadi kota terdepan di bidang kuliner," kata Herman dalam kegiatan Pre-Event Road to Training Food Safety - International Certification & Empowering End-To-End Digital
Solution di Grand Hotel Preanger Bandung, Senin (19/9/2022).

Baca juga: Lomba Memasak Makanan Non Beras Digelar Lanjutan Ekpedisi Trisaksi Lestarikan Kuliner Nusantara

Seperti diketahui, laman ulasan kuliner di dunia, Taste Atlas, menempatkan ibukota Jawa Barat, yakni Bandung, sebagai salah satu kota dengan makanan tradisional terbaik di dunia. Dalam Taste Atlas Awards 2021, Bandung memperoleh penilaian 4,39 untuk kategori makanan tradisionalnya, menempati urutan ke-5 di Asia dan urutan ke-11 di dunia. Tidak ada kota lainnya dari Indonesia yang melampaui posisi Bandung.

Herman pun mendorong ICA (Indonesian Chef Association) dan GIPI (Gabungan
Industri Pariwisata Indonesia) Jawa Barat untuk terus meningkatkan kemampuan dan sertifikasi di bidang makanan dan minuman. Sebab dunia pariwisata yang di dalamnya ada hotel dan restoran, tidak bisa lepas dari kuliner.

Ia pun menyambut baik Training Food Safety & Empowering End-To-End Digital Solution untuk para trainers dari ICA dan GIPI yang digelar World Tourism Network (WTN). Hal ini dalam rangka meningkatkan kualitas industri makanan-minuman di Jawa Barat.

"Harusnya ada manfaatnya bagi ICA, bagi kita semua. Selama ini kita rajin melakukan sertifikasi bersama laik sehat dengan dinas kesehatan. Dan kini dibantu MAHIS, semoga bisa membantu kawan kita di bidang makanan dan minuman," katanya.

Ia menilai Jawa Barat adalah provinsi terbesar di Indonesia dengan UKM yang juga terbaik di Indonesia. Sektor makanan-minuman merupakan sektor yang sangat menonjol seiring dengan pertumbuhan industri pariwisata di Jawa Barat.

Baca juga: Nikmati Kuliner Jabar, Delegasi Mayors Retreat U20 Diajak Makan Dodol dan Minum Kopi Robusta

Melalui Training Food Safety & Empowering End-To-End Digital Solution para peserta yang merupakan trainers ini diharapkan akan meneruskan dan menyebarkannya ke seluruh Indonesia melalui training-training selanjutnya yang akan dimulai melalui event West Java International SME’s Festival & Expo Juni 2023.

Dalam kegiatan ini, MAHIS selaku pengembang Internasional Standardisasi dan Sertifikasi serta penyedia sarana Training Centre dan End To-End Digital Solution platform bekerjasama dengan ICA dan GIPI Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme para praktisi industri makanan-minuman Jawa Barat.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara MAHIS, ICA, dan GIPI serta melaksanakan Training Food Safety dengan penyerahan International Certification pertama bagi
para pengurus ICA Jawa Barat.

Training dan Sertifikasi kali ini selain diperuntukkan bagi pengurus ICA juga bagi pengurus GIPI sektor makanan-minuman agar dapat terpilih trainer terbaik.

Ketua ICA Jawa Barat, Deden Setiawan, berterima kasih dilibatkan dalam sertifikasi food safety ini. Sebelumnya ICA mempunyai sertifikat food handler, sebagai pelaku penanganan makanan.

"Semoga training yang diterima akan membuka wawasan kita. Menu harus selalu dijaga kebersihannya dan keamanannya. Dengan food safety, ini akan sangat bermanfaat karema di dunia masakan, masalah kebersihan adalah yang utama," katanya.

Baca juga: Lewat Festival Makanan, Keuken 2022 Ingin Masyarakat Hargai Perbedaan, Banyak Kuliner yang Tersaji

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved