Ketua Hapkido Jabar Harapkan Ketua KONI Jabar Berikutnya adalah Sosok yang Mampu Berkolaborasi

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akan memiliki ketua baru setelah Ahmad Saefudin sudah mengemban tugas dalam dua periode.

Penulis: Cipta Permana | Editor: Giri
Istimewa
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin. Setelah memimpin KONI Jabar dalam dua periode, Ahmad Saefudin akan diganti pada Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Jabar 2022, Desember 2022. Sudah ada tiga kandidat yang menyatakan maju menjadi penggantinya. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat akan memiliki ketua baru setelah Ahmad Saefudin sudah mengemban tugas dalam dua periode.

Prosesi pemiihan itu akan dilaksanakan pada Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Jabar 2022, Desember 2022.

Beberapa bakal calon ketua KONI Jabar periode 2022-2026 pun telah mendeklarasikan pencalonannya sejak beberapa waktu lalu. 

Ketua Hapkido Jawa Barat, Letkol Slamet Suhari, menjelaskan, KONI Jawa Barat membutuhkan figur ketua yang mampu berkolaborasi dengan semua pihak, baik  Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pihak swasta.

Sebab, dalam menjalankan aktivitas organisasinya, KONI tidak bisa berdiri sendiri, tidak terlepas dari besarnya kebutuhan anggaran dalam berorganisasi terutama menyangkut pembinaan olahraga di semua cabang berjalan baik, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. 

Baca juga: Agar Jabar Hattrick Juara Umum PON, Ini yang Harus Dilakukan KONI Menurut Ahmad Saefudin

"Sudah jelas selama ini kan KONI sangat membutuhkan hibah dari pemerintah, karena KONI tidak punya anggaran sendiri. Oleh karena itu, memang pemerintah yang harus bertanggung jawab terhadap pembinaan atlet ini," ujar Slamet Suhari saat ditemui di Bandung, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, pemilihan ketua KONI Jawa Barat periode 2022-2026 yang akan dilakukan dalam Musorprov Jawa Barat dalam waktu dekat ini, dapat menghasilkan figur yang mampu berkolaborasi dengan semua pihak dan memahami tentang tata kelola organisasi olahraga. Terutama menyangkut anggaran organisasi.

"Kalau kita tidak bisa bekerja sama dengan yang lain, repot. Sedangkan untuk satu kegiatan saja, KONI itu tak punya dukungan dana besar. Sehingga kalau tidak harmonis dengan pemerintah, ya kita bakal repot sendiri," ucapnya. 

Di samping itu, dia pun berharap ketua terpilih nanti memiliki integritas, sikap, dan tindakannya menjadi teladan, mampu berlaku amanah, memiliki kredibilitas dan integritas yang jujur. 

Baca juga: Budiana Siap Lanjutkan Tongkat Estafet Ahmad Saefudin Pimpin KONI Jabar, Sudah Deklarasikan Diri

Selain itu, figur tersebut memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi dan cabor. Serta memberikan keleluasaan kepada cabang olahraga dalam menjalankan pembinaan atlet. 

"Pemimpin jangan sampai menyulitkan pengelolaan anggota (cabor). Karena untuk menggelar kejurda dan kejurnas saja, kami cukup repot. Harapannya dana dari pemerintah bisa langsung ke cabor," ujar Slamet.

Untuk diketahui, dalam Musorprov yang akan digelar tahun ini, sudah terdapat tiga kandidat yang diprediksi akan maju dalam pemilihan calon ketua KONI Jawa Barat. Ketiga nama itu adalah Brigjen (Purn) Arief Prayitno, Daud Achmad, dan M Budiana. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved