KEJAMNYA Ibu Angkat di Cirebon, Aniaya Bocah 6 Tahun Tanpa Ampun, Jari Tangan Korban Kini Bengkok

Adapun bentuk penganiayaan yang diterima korban dari mulai dipukul, ditendang, dibenturkan ke meja, disundut bara api, hingga lainnya.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton telah mengamankan ibu angkat yang aniaya anak angkatnya 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Bocah berusia enam tahun di Kabupaten Cirebon dianiaya ibu angkat hingga luka-luka di sekujur tubuh.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, jajarannya telah mengamankan ibu angkat korban berinisial AM (46) pada Sabtu (17/9/2022).

Saat ini, menurut dia, warga Kabupaten Cirebon itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Cirebon.

Baca juga: Ibu Muda di Pangandaran Dianiaya Suami Sudah Lapor Polisi, Ngaku Tak Tahan Lagi, Minta Ini

"Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengakui perbuatannya menganiaya korban," ujar Anton saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/9/2022).

Ia mengatakan, AM juga mengakui penganiayaan tersebut dilakukan berulang kali kepada korban yang berjenis kelamin laki-laki tersebut.

Bahkan, tindakan kekerasan itu pertama kali dilakukan tersangka saat korban baru bisa berjalan, yakni kira-kira berusia 1,5 tahun hingga dua tahun.

Adapun bentuk penganiayaan yang diterima korban dari mulai dipukul, ditendang, dibenturkan ke meja, disundut bara api, hingga lainnya.

Selain itu, dari hasil visum juga ditemukan luka di bagian kepala korban, bahkan tulang tangannya pun bengkok dan diduga akibat penganiayaan tersebut.

"Jari tangannya bengkok, karena bekas patah tulangnya, matanya juga merah karena benturan keras ke meja, dan terdapat bekas luka sundutan bara api," kata Anton.

Baca juga: Sadis! Seorang Paman di Cianjur Siksa Keponakan Hingga Lebam, Dipukuli dan Dilempar ke Luar Rumah

Anton menyampaikan, dari hasil pemeriksaan sementara juga diketahui bahwa korban yang terlahir prematur dirawat tersangka sejak berusia lima bulan.

Pasalnya, ibu kandungnya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di dekat rumah tersangka menitipkan korban untuk dirawat hingga besar.

Namun, pihaknya masih mencari tahu keberadaan ibu kandung korban maupun keluarganya, dan hingga kini masih ditelusuri lebih lanjut.

Saat ini, korban juga tengah dirawat di Rumah Aman KPAID Kabupaten Cirebon di Jalan Cideng Indah, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara," ujar Anton.

Baca juga: VIRAL Video Oknum Polisi Aniaya Perempuan Paruh Baya, Berawal dari Mancing, Ujungnya Damai?

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved