Kabar Gembira untuk TKI KBB yang Sempat Hilang Kontak 13 Tahun, Disnaker Ungkap tentang Ini

Disnakertrans Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan bahwa hak dan kepulangan Wiwi (48) saat ini tengah diupayakan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
istimewa/ tangkapan layar
Cuplikan video TikTok yang memuat Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Cipendeuy, RT 04/13, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), hilang kontak selama 13 tahun saat bekerja di Arab Saudi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan bahwa hak dan kepulangan Wiwi (48) saat ini tengah diupayakan.

Wiwi merupakan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kampung Cipeundeuy, RT 04/13, Desa Sukamanah, Kecamatan Rongga, KBB.

Dia sempat hilang kontak dengan keluarganya selama 13 tahun dan selama itu pula upah Wiwi kabarnya tidak pernah dibayarkan oleh tempatnya bekerja.

Kepala Bidang Pelatihan Produktivitas Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (P3TKT) Disnakertrans KBB, Tedy Sulaksana, mengatakan, terkait kepulangan dan hak Wiwi bisa dipenuhi.

Tedy mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan KJRI Jeddah. 

Baca juga: 3 Tahun Kerja di Taiwan, TKI Ini Dapat Hadiah Undian Hampir Rp 1 Miliar, Akan Beli Tanah di Kampung

"Proses pemenuhan hak-haknya sedang diupayakan oleh perwakilan negara Indonesia KJRI Jeddah," ujar Tedy di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Selasa (20/9/2022).

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan upaya untuk mendorong tiga poin keinginan pihak keluarga, yakni pemenuhan hak-hak Wiwi sebagai pekerja selama belasan tahun di Arab Saudi, jaminan keamanan dan kesehatan, serta pemulangan ke kampung halaman.

"Keluarga PMI atas nama Wiwi binti Arsudin memohon untuk memulangkan yang bersangkutan ke Indonesia beserta hak-haknya," kata Tedy.

Tedy mengatakan, untuk saat ini kondisi kesehatan Wiwi sudah dipastikan sehat.

Dia juga sudah berada di tempat yang aman, yakni berada di tempat penampungan KJRI Jeddah.

Baca juga: Ratusan TKI Subang Gagal Berangkat ke Luar Negeri, Paspor Tak Bisa Dicetak, Ini Penyebabnya

Sebelumnya, Iman Kusmawan (31), anak pertama Wiwi, mengatakan, selama bekerja di Arab Saudi, upah ibunya yang setiap bulan diberikan kabarnya kerap dipinjam oleh majikannya dan Wiwi tidak tahu caranya untuk mengirimkan uang.

"Jadi sejak 2010 sampai sekarang, ibu belum mengirim uang ke rumah karena alasan awam dan tidak tahu cara mentransfer uang," kata Iman. 

Atas hal tersebut, kata Iman, melalui surat pengaduan dan permohonan yang dilayangkan oleh pihak keluarga ke pihak desa itu, ada tiga poin tuntutan.

"Tiga poin itu yakni pemenuhan hak-hak Wiwi sebagai pekerja selama belasan tahun di Arab Saudi, jaminan keamanan dan kesehatan, dan pemulangan ke kampung halaman," ucapnya. (*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved