Ibu Angkat yang Siksa Bocah 6 Tahun di Cirebon Akan Diperiksa Kejiwaannya, Ngaku Sering Di-KDRT

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui penganiayaan itu sebagai bentuk pelampiasan tersangka atas permasalahan rumah tangganya.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton telah mengamankan ibu angkat yang aniaya anak angkatnya 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jajaran Polresta Cirebon bakal memeriksa kejiwaan wanita berinisial AM (46) yang telah menganiaya anak angkatnya hingga luka-luka di sekujur tubuhnya.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui penganiayaan itu sebagai bentuk pelampiasan tersangka atas permasalahan rumah tangganya.

Baca juga: KEJAMNYA Ibu Angkat di Cirebon, Aniaya Bocah 6 Tahun Tanpa Ampun, Jari Tangan Korban Kini Bengkok

"Tersangka juga mengaku sering mendapat perlakuan kekerasan dari suaminya," kata Anton saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (20/9/2022).

Ia mengatakan, atas dasar itu AM bakal dibawa ke psikiater untuk diperiksa kejiwaannya untuk memastikan kemungkinan adanya motif lain dalam kasus tersebut.

Namun, sejauh ini tersangka mengakui motif penganiayaan terhadap korban hanya sebagai pelampiasan emosi ketika sedang merasa kesal.

Selain itu, AM juga mulai menganiaya dari mulai memukul, membenturkan ke meja, menyundut bara api, dan lainnya, sejak korban baru bisa berjalan, kita-kira empat tahun lalu.

"Nantinya, dari hasil pemeriksaan psikologis dapat diketahui motif sebenarnya dari tersangka yang telah menganiaya korban," ujar Anton.

Baca juga: Aksi Kejam Kakak Ipar, Habisi Adik Istrinya Karena Cemburu Dia Punya Pacar

Anton menyampaikan, luka yang dialami korban akibat penganiayaan itu dari mulai memar di kepala, bola mata merah, luka sundutan di telapak tangan, dan lainnya.

Sejumlah bekas luka sobek, benturan, hingga sundutan kecil juga ditemukan di tubuh korban, bahkan tulang tangannya pun bengkok diduga bekas patah.

Pihaknya juga bakal mengasasmen lanjutan terhadap korban untuk menentukan langkah penanganan ke depannya seperti apa.

"Saat ini, korban ditempatkan di Rumah Aman KPAID Kabupaten Cirebon, dan kami juga memantau kondisinya secara berkala," kata Anton.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved