DPRD Provinsi Jawa Barat Dorong Pembangunan Destinasi Wisata Baru di Wilayah Pantura

DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong pembangunan destinasi wisata baru di wilayah Pantura

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kasan Basari. 

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - DPRD Provinsi Jawa Barat mendorong pembangunan destinasi wisata baru di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) seperti Indramayu, Cirebon, dan lainnya.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Kasan Basari, mengatakan, ketersediaan akses yang memadai menjadi alasan utama dipilihnya Pantura untuk pembangunan destinasi wisata baru.

Menurut dia, para wisatawan tidak akan kesulitan untuk mengunjungi destinasi wisata baru tersebut, karena aksesnya dari mulai jalur arteri maupun jalur tol hingga kereta api telah tersedia.

"Kami mendorong wilayah Pantura yang lebih pantas menjadi sasaran pembangunan destinasi wisata baru di Jawa Barat," kata Kasan Basari saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Selasa (20/9/2022).

Pihaknya juga telah melaksanakan rapat kerja bersama jajaran direksi Taman Impian Jaya Ancol dan sharing mengenai penataan wisata di DKI Jakarta untuk diterapkan di Jawa Barat.

Ia mengatakan, hasil diskusi tersebut terdapat satu perbedaan yang cukup mencolok, yakni sebagian besar obyek wisata di Ibu Kota merupakan buatan, sedangkan destinasi wisata di Jawa Barat terbentuk oleh alam.

Selain itu, pembangunan dan pengelolaan obyek wisata di DKI Jakarta juga rata-rata dipegang oleh pihak ketiga, sehingga tidak membebani APBD dan terlepas dari campur tangan kepala daerahnya.

Bahkan, pemerintah daerah sama sekali tidak terlibat dalam penyertaan modal.

Namun, pengembangan wisata Jawa Barat masih mengandalkan APBD dan pengelolaannya di bawah BUMD.

Karenanya, Kasan mendorong pola-pola pengembangan pariwisata yang diterapkan di DKI Jakarta dapat diadopsi di Jawa Barat, khususnya dalam memperbanyak jumlah destinasi wisata buatan.

"DPRD juga menyiapkan rencana penyusunan raperda tentang penataan dan pengelolaan wisata Jawa Barat, yang merupakan inisiatif dari DPRD, garis besarnya mengadopsi dari Jakarta," ujar Kasan Basari.

Kasan menyampaikan, DPRD Provinsi Jawa Barat juga bakal menyusun regulasi dalam raperda itu, sehingga pengembangan wisata Jawa Barat dipihakketigakan seperti di DKI Jakarta.

Adapun teknisnya ialah menyusun kesepakatan pemanfaatan wilayah untuk dijadikan obyek wisata selama beberapa tahun sesuai perjanjian kerja yang dibuat, dan ketika kontraknya habis asetnya menjadi milik pemda sepenuhnya.

Menurut dia, pemerintah daerah hanya mengambil manfaat dari perjanjian kerja tersebut meski tidak terlibat dalam penyertaan modalnya, karena disiapkan oleh pihak ketiga.

Bahkan, hal semacam itu telah diterapkan di DKI Jakarta, dan terdapat konsorsium tersendiri dalam pengembangan wisatanya sehingga tidak bergantung pada APBD maupun pemerintah daerah.

"Pola tersebut dapat diterapkan di wisata buatan maupun wisata alam seperti di Pangandaran, tapi disiapkan perjanjian kerjanya selama berapa tahun dan saat berakhir menjadi milik pemda," kata Kasan Basari.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved