Bupati Sumedang Prihatin Kadis PUTR Dipenjara, Sudah Tunjuk Pelaksana Tugas dari Inspektorat

Dony Ahmad Munir prihatin atas kasus yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumedang, Deni Rifdriana. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Giri
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, prihatin atas kasus yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumedang, Deni Rifdriana.  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, prihatin atas kasus yang menjerat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumedang, Deni Rifdriana

Deni dijebloskan Kejaksaan Negeri Sumedang ke Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022) malam.

Dia ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembagusan jalan Keboncau di Kecamatan Ujungjaya sejak 13 September 2022.

Deni tak langsung ditahan karena sakit. 

"Kami prihatin, dan semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bagi SKPD (satuan kerja perangkat daerah) yang lain," kata Dony kepada TribunJabar.id di Tegalkalong, Sumedang, Selasa (20/9/2022). 

Baca juga: Kadis PUTR Sumedang Akhirnya Masuk Penjara, Sempat Sakit Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca juga: Kejari Sumedang Pastikan Kadis PUTR Deni Rifdriana Sehat Saat Dijebloskan ke Lapas

Dony mengatakan, dia telah berkunjung ke Kantor Dinas PUTR Sumedang untuk bertemu dengan para pegawai dinas tersebut. 

Bupati mengaku kunjungannya untuk memberikan semangat kepada mereka agar tetap maksimal dalam bekerja. 

Di samping itu, Bupati juga telah menunjuk pelaksana tugas (plt) kadis PUTR dari Inspektorat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, Deni Rifdriana (tengah), saat dijebloskan ke penjara Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022) malam.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumedang, Deni Rifdriana (tengah), saat dijebloskan ke penjara Lapas Kelas II B Sumedang, Senin (19/9/2022) malam. (Tribun Jabar/Kiki Andriana)

Hal ini dilakukan agar plt tersebut sekalian membenahi tubuh Dinas PUTR Sumedang dari perilaku korupsi. 

"Kepala Inspektorat Daerah kami tunjuk untuk jadi plt kadis, dan Sekretaris Inspektorat menggantikan Kepala Bidang Bina Marga," kata Dony. 

Kabid Bina Marga Dinas PUTR juga tertangkap dalam kasus tersebut.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang menetapkan enam tersangka dalam kasus korupsi jalan Keboncau ini. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved