Terima BLT, Warga Talun Sumedang Diduga Dipaksa Beli Tiket Gerak Jalan, Harus Beli 5 Lembar

Pemerintah Kelurahan Talun, Kabupaten Sumedang diduga memaksa warga penerima BLT beli kupon gerak jalan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang diduga memaksa warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) untuk membeli kupon gerak jalan

Gerak jalan itu merupakan bagian dari acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun. Harga Kupon Rp 3  ribu per lembar. 

"Saya diminta Rp15 ribu ketika mengantre untuk mendapatkan BLT itu," kata Hari Suryadi (40) warga Talun. 

Dia mengatakan bahwa dia mendapatkan 5 buah tiket. Namun, ada orang lain yang menyerahkan uang Rp30 ribu dan mendapat lima tiket juga. 

"Seharusnya kalau ini bersifat partisipasi, ya jangan ditargetkan harus beli 5 lembar. Bolehlah beli 1 atau 2 saja, karena mungkin orang berbeda-beda, ada yang betul-betul perlu uang," katanya. 

Baca juga: Keluhkan Dugaan Pungutan Uang BLT, Warga Sumedang Diintimidasi Kelurahan, Intimidasi Terekam Video

Hari sendiri menyiapkan uang Rp15 ribu dari rumah, sebelum mengantre. Jadi ketika ditagih uang kupon, dia bisa memberikan. 

Sepengetahuan Hari, banyak juga warga yang membeli kupon gerak jalan setelah cair BLT

"Lagi ngantre diminta harus beli kupon. Ada yang bawa uang, ada juga yang nanti udah cair, bayar pakai BLT bayar setelah pencairan," katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved