Siswi SMA di Cianjur Tak Mau Sekolah Masih Sakit, Perkumpulan Pengacara akan Hubungi Sekolah 

Perkumpulan Pengacara Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga (P4AK) Kabupaten Cianjur peduli ke pemulihan siswi SMA Negeri yang tak mau sekolah.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Kisdiantoro
Pixabay
Ilustrasi --- Perkumpulan Pengacara Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga (P4AK) Kabupaten Cianjur peduli ke pemulihan siswi SMA Negeri yang tak mau sekolah lagi karena kena bully. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Perkumpulan Pengacara Peduli Perempuan, Anak dan Keluarga (P4AK) Kabupaten Cianjur peduli ke pemulihan siswi SMA Negeri yang tak mau sekolah lagi karena kena bully.

Perwakilan P4AK Kabupaten Cianjur, Lidya Indayani Umar, mengatakan pihaknya sudah melakukan kontak dengan keluarga siswi SMA tak mau sekolah dan saat ini fokus kepada pemulihan anak.

"Kami dari P4AK Kabupaten Cianjur, sudah melakukan kontak dengan keluarga, kabarnya siswinya masih sakit, rencananya kami akan lakukan konseling dan pemulihan trauma," ujar Lidya, melalui sambungan telepon, Senin (19/9/2022).

Lidya mengatakan, selain komunikasi dengan keluarga, pihaknya juga sudah mencoba melakukan komunikasi dengan pihak sekolah.

Baca juga: Tiga Ruang Kelas SD di Cianjur Selatan Ini Rusak Parah, 170 Murid Terpaksa Belajar Bergantian

"Pihak keluarga ada keinginan yang bersangkutan dalam hal ini guru meminta maaf di lapangan saat upacara dan menurut saya itu harus dilakukan untuk mempercepat pemulihan trauma," katanya.

Tak Mau Sekolah

Diberitakan sebelumnya, seorang siswi SMA negeri di Kabupaten Cianjur, tak mau sekolah lagi karena diduga mendapat perlakuan tak menyenangkan dari guru hingga dibully atau mendapat perundungan dari teman-temannya.

Siswi berinisial RG tersebut duduk di kelas 11. Sejak lahir ia mendapat tanda lahir hitam di bagian tangannya sampai jari yang selalu ia sembunyikan dengan jaket almamater.

Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 10.00 WIB, RG bertemu dengan seorang guru SL di lapangan. Guru tersebut sedang memeriksa kerapihan, ia hendak memeriksa kuku tangan siswi tersebut, namun ditutupi dengan jaket almamater karena di tangan siswi tersebut terdapat tanda hitam.

Namun guru tersebut memaksa membukanya, padahal siswi tersebut meminta untuk diperiksa terpisah karena malu dan khawatir dan mendapatkan ejekan dari temannya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved