Polisi di Pangandaran Inisiatif Tambal Lubang Jalan, Dikhawatirkan Jadi Penyebab Kecelakaan

Pihak kepolisian di Pangandaran menambal jalan yang berlubang karena dikhawatirkan akan menjadi penyebab kecelakaan.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Dok. Polres Pangandaran
Polisi menambal jalan berlubang di Pangandaran, Senin (19/9/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pihak kepolisian di Pangandaran menambal jalan yang berlubang karena dikhawatirkan akan menjadi penyebab kecelakaan.

Penambalan jalan yang berlubang tersebut dilakukan di beberapa tempat di kawasan objek wisata Pangandaran.

"Apalagi, saat ini musim hujan, kami khawatir saat hujan lubang di jalan tergenang dan tidak terlihat oleh pengendara sepeda motor yang bisa menimbulkan kecelakaan," ujar Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP Sugianto, kepada Tribunjabar.id di sela-sela tugasnya memperbaiki jalan yang berlubang, Senin (19/9/2022) pagi.

Penambalan ini mulai dilakukan dari jalan utama gerbang tol masuk pantai barat Pangandaran.

Kemudian, badan jalan yang berada di sepanjang Jalan Taman Pesona.

Baca juga: Anggota Komisi I DPRD Jabar Sebut Pangandaran Jadi Pilot Project Jabar untuk Masalah CDOB

"Karena berpotensi menimbulkan kecelakaan ketika tergenang air. Tentu tidak terlihat oleh pengendara, khususnya pendatang atau wisatawan," katanya.

Dia mengatakan, penambalan lubang jalan ini sementara hanya dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Mungkin, nanti bisa bekerja sama dengan yang lain," ucap Sugianto. 

Seorang pengendara sepeda motor di Pangandaran, Dede (34), mengatakan, banyaknya jalan cukup mengganggu pengendara.

Baca juga: Ibu Muda di Pangandaran Dianiaya Suami Sudah Lapor Polisi, Ngaku Tak Tahan Lagi, Minta Ini

"Apalagi musim hujan, lubang di badan jalan enggak terlihat. Ya, risikonya ketika terlindas ban motor, kalau enggak jatuh, pasti motor yang rusak," katanya.

Dia berharap, pemerintah terkait merespons cepat ketika banyak badan jalan yang berlubang.

"Yang dilakukan polisi bagus, harus dijadikan contoh buat pemerintah. Apalagi ini kan masih kawasan objek wisata," ucapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved